Kompas.com - 18/06/2020, 11:47 WIB

Kendati demikian, menurut Lucky, kedua mesin tersebut masih belum terintegrasi sempurna sehingga kedua belah pihak harus rutin mengadakan pengecekan database satu sama lain.

"Database ini dibiarkan berdiri sendiri-sendiri, jika tidak ada datanya di Kemenperin diperiksa di database operator, dan sebaliknya. Ini sepertinya masih mengalami hambatan untuk saling terhubung, sehingga tidak bisa untuk menjalankan blokir seperti rencana," kata Lucky.

Ia juga menilai bahwa molornya penerapan regulasi pengendalian ponsel BM lewat IMEI ini akan merugikan pihak produsen dan distributor yang telah mematuhi aturan tersebut.

"Pihak produsen dan distributor ini bagian yang sulit menghindar terhadap aturan pemerintah. Mau berjalan sungguh-sungguh atau nantinya di tengah jalan berubah, mereka ya harus tetap patuh," kata Lucky.

Baca juga: Pengamat Sebut Ponsel BM yang Masih Dapat Sinyal Merugikan Konsumen dan Industri

Senada dengan Lucky, pengamat gadget Herry SW juga turut menyayangkan hal tersebut.

Menurut Herry, ketidaksiapan pemerintah turut menimbulkan dampak kerugian bagi para produsen dan distributor ponsel resmi.

"Saya tak tahu di rangkaian proses yang terjadi, sumber masalahnya ada di mana. Seharusnya tak terjadi karena persiapan sudah cukup lama. Produsen dan distributor ponsel yang sudah berusaha patuh tentu akan merasa dirugikan," jelas Herry.

Herry juga menjelaskan, jika pemerintah tidak menyikapi aturan tersebut dengan tegas, maka terdapat kemungkinan ponsel BM keluaran terbaru akan kembali bermunculan.

"Kalau penerapan blokir IMEI tidak tegas seperti sekarang, kemungkinan bakal menjamur kembali tentu terbuka lebar," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.