Kompas.com - 24/01/2021, 11:02 WIB

Selain itu, menurut salah satu karyawan Tesla, sistem pendingin juga berperan penting lantaran banyak peralatan yang membutuhkan air dingin untuk beroperasi.

Giga 1 ini sempat diawasi ketat karena masalah pemborosan energi. Namun, Tesla mengklaim bahwa pabriknya itu telah menyiapkan berbagai skema untuk menghemat energi.

Contohnya, peralatan yang mengeluarkan panas berlebih seperi kompresor nantinya akan dibuat seefisien mungkin.

Selain itu, suhu panas dari berbagai macam alat produksi nantinya juga akan dikonversi menjadi penghangat ruangan di pabrik. Ini akan sangat berguna di kala musim dingin.

"Kami benar-benar ingin mencapai titik di mana pabrik ini akan menjadi fasilitas yang sustainable dan bersih sepenuhnya,  produksi tanpa jejak karbon serta menciptakan produk yang juga tanpa jejak karbon," ungkap Chris Lister, Wakil Presiden Bidang Operasional Tesla, seperti dikutip KompasTekno, Minggu (24/1/2021).

Baca juga: Elon Musk Jadi Orang Terkaya di Dunia, Bersiap Bangun Kota di Mars

Selain Giga 1, Tesla juga memiliki pabrik lain yang tersebar di beberapa negara. Pabrik kedua Tesla, Giga 2, dibangun di Buffalo, New York, AS untuk memproduksi modul dan sel surya.

Selanjutnya, Giga 3 terletak di Shanghai, China. Menjelang penghujung 2019, Giga 3 menjadi tempat perakitan akhir Tesla Model 3.  Pabrik ini juga menjadi tempat produksi Tesla Model Y.

Sedangkan untuk Giga 4 di Berlin, Jerman, proses kontruksinya baru saja dimulai beberapa waktu lalu. Giga Berlin nantinya akan difokuskan untuk memproduksi mobil-mobil lisrik Tesla.

Yang paling baru, Tesla mengonfirmasi akan membangun Giga 5 yang di Austin, Texas, AS. Tesla agaknya akan menjadikan Giga 5 sebagi rumah utama produksi Model 3 dan Model Y, sebagaimana dihimpun dari Electrek. 

Ini guna memudahkan Tesla mendistribusikan mobil-mobil tersebut ke wilayah AS bagian Timur. Selain itu, Giga Texas juga direncanakan menjadi pabrik utama untuk Tesla Cybertruck dan Tesla Semi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.