Pertama Kali Pakai Telegram atau Signal, Ini Cara Setting yang Wajib Diketahui

Kompas.com - 05/02/2021, 11:33 WIB
Ilustrasi aplikasi perpesanan Telegram, Signal, WhatsApp Nikkei AsiaIlustrasi aplikasi perpesanan Telegram, Signal, WhatsApp

KOMPAS.com - Pengguna WhatsApp berbondong-bondong menjajal aplikasi perpesanan baru, seperti Telegram dan Signal. Hal ini dipicu oleh perubahan kebijakan privasi yang akan dicanangkan WhatsApp mulai tahun ini.

Catatan lembaga riset aplikasi App Annie, Telegram mencatat tambahan 25 juta pengguna baru dalam kurun waktu 72 jam pada minggu kedua Januari lalu.

Hal serupa juga turut terjadi pada Signal. Setelah dipromosikan oleh Elon Musk, Signal kebanjiran pengguna baru sehingga membuat server mereka kepayahan dalam mengirimkan kode verifikasi untuk pengguna baru.

Baca juga: Telegram dan WhatsApp Sama-sama Pakai Enkripsi, Apa Bedanya?

Jika Anda adalah salah satu yang beralih dari WhatsApp ke Telegram atau Signal, maka ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan saat pertama kali menggunakan aplikasi tersebut. terutama berkaitan dengan setting dan keamanan.

Pertama kali saat mendaftar Telegram atau Signal, Anda diminta untuk memasukkan nomor telepon, dan menerima SMS untuk mendapatkan kode verifikasi, sama seperti WhatsApp.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Metode SMS verifikasi ini di WhatsApp telah terbukti memiliki celah, orang lain bisa "membajak" akun WhatsApp dengan mencuri kode verifikasi, dengan metode SIM swap dan sebagainya.

Mengaktifkan 2FA di Telegram

Untuk megaktifkan 2FA di Telegram, Anda bisa melakukannya dengan langkah sebagai berikut. Pertama, klik ikon tiga garis horizontal yang terdapat pada sisi kiri atas aplikasi Telegram.

Baca juga: Hati-hati saat Pindahkan Isi Chat WhatsApp ke Telegram, Ini Sebabnya

Pengaturan kata sandi 2FA pada aplikasi pesan instan TelegramKOMPAS.com/Kevin Rizky Pratama Pengaturan kata sandi 2FA pada aplikasi pesan instan Telegram

Selanjutnya klik opsi Privacy and Security, pilih Two-Step Verification dan klik tombol Set Password. Pengguna bisa memasukkan kata sandi, petunjuk kata sandi, dan alamat e-mail.

Apabila semua persyaratan telah diisi, pengguna akan diminta untuk memasukkan enam digit angka yang dikirimkan melalui e-mail.

Setting berikut yang harus dilakukan adalah mengubah privasi pesan. Caranya, pengguna hanya perlu pergi ke menu Settings dan pilih opsi Privacy and Security.

Pengguna bisa mengubah kepada siapa ia ingin menampilkan foto profil, status "online", membagikan pesan yang diteruskan (forwarded messages), panggilan, serta grup pada kolom Privacy. Sangat disarankan untuk mengubah opsi tadi menjadi "My Contacts".

Pengaturan privasi pada aplikasi pesan instan TelegramKOMPAS.com/Kevin Rizky Pratama Pengaturan privasi pada aplikasi pesan instan Telegram

Pengguna juga dapat menggunakan fitur Secret Chat atau Chat Rahasia agar pesan yang dikirimkan dilengkapi dengan enkrispi end-to-end.

Untuk mulai menggunakan Secret Chat, pengguna dapat memilih salah satu percakapan yang ingin dienkripsi. Selanjutnya, klik nama kontak pengguna tersebut dan pilih ikon tiga titik (Android) atau more (iOS) yang terletak di sisi pojok kanan atas.

Baca juga: Isi Chat di WhatsApp Kini Bisa Dipindahkan ke Telegram, Begini Caranya

Klik opsi "Start Secret Chat" untuk mulai mengirimkan pesan secara "rahasia". Dengan mengaktifkan fitur ini, pengguna akan dilengkapi dengan keamanan end-to-end yang serupa dengan WhatsApp dan Signal.

Mengaktifkan 2FA di Signal

Berbeda dengan Telegram, Signal menggunakan enkripsi end-to-end yang bersifat default. Signal juga dibekali dengan sistem keamanan yang terbilang lebih lengkap.

Salah satunya seperti fitur PIN yang tersedia pada aplikasi. Adapun fitur PIN yang dimaksud serupa dengan fitur kata sandi 2FA yang dimiliki Telegram.

Fitur ini sudah tersedia secara otomatis dan berfungsi sebagai perlindungan ekstra ketika pengguna ingin memindahkan akun Signal ke perangkat lain.

Selain mengirimkan kode verifikasi melalui SMS, pengguna Signal juga akan diminta untuk membuat empat kode PIN apabila ingin mengakses akun Signal pada perangkat lain.

Pengguna juga disarankan untuk menggunakan Signal sebagai aplikasi default penerima SMS. Dengan demikian, kode verifikasi yang dikirimkan dari pihak Signal dapat diterima langsung oleh pengguna dan lebih sedikit berisiko diretas.

Pengaturan fitur lock screen pada aplikasi pesan instan SignalKOMPAS.com/Kevin Rizky Pratama Pengaturan fitur lock screen pada aplikasi pesan instan Signal

Selain itu, untuk melindungi akun Signal Anda dari pengguna lain yang tidak diinginkan, pengguna bisa mengaktifkan screen lock.

Baca juga: Pesaing Berat WhatsApp Bukan Telegram atau Signal, Menurut Zuckerberg

Caranya, buka aplikasi Signal dan klik ikon tiga titik vertikal yang terletak di pojok kanan atas. Kemudian, pilih menu Settings dan klik Privacy.

Pilih opsi Screen Lock untuk mengaktifkan toggle. Apabila opsi ini telah aktif, maka pengguna wajib memasukkan kata sandi atau fingerprint setiap kali hendak membuka aplikasi Signal.

Aspek enkripsi

Setelah mengatur setting, pengguna juga perlu mengetahui aspek keamanan lain dari ketiga layanan perpesanan ini, terutama soal enkripsi.

Dari ketiganya, Telegram cenderung memiliki karakteristik yang paling asing. Dari segi keamanan privasi misalnya, Telegram tidak secara penuh menggunakan enkripsi end-to-end untuk melindungi pesan pengguna.

Enkripsi ini tidak aktif secara default. Agar pesan yang dikirimkan pengguna dilindungi enkripsi, maka pengguna wajib menggunakan fitur Secret Chat atau Chat Rahasia.

Kelemahan dari fitur ini adalah ketersediannya yang hanya khusus untuk percakapan pribadi. Artinya, pesan yang dikirimkan pada grup tidak akan terenkripsi karena fitur ini tidak tersedia untuk grup.

Baca juga: Pendiri Signal Tidak Sarankan Pengguna Berhenti Pakai WhatsApp

Sebaliknya, WhatsApp dan Signal menggunakan sistem enkripsi end-to-end secara default. Artinya, pengguna tidak perlu repot mengotak-atik pengaturan privasi pesan di Signal dan WhatsApp.

Secara teknis, aplikasi yang karakteristiknya paling menyerupai WhatsApp adalah Signal, setidaknya begitu menurut spesialis keamanan siber ESET Jake Moore.

"Hal ini karena enkripsi end-to-end yang ditawarkan (Signal), salah satu faktor yang merupakan harus dimiliki setiap layanan pesan instan," kata Moore sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Forbes, Jumat (5/2/2021).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Forbes
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.