5 Merek Ponsel yang Tutup Selamanya

Kompas.com - 08/04/2021, 19:04 WIB
Ilustrasi logo LG Electronics businessinsider.comIlustrasi logo LG Electronics

KOMPAS.com - LG Electronics baru-baru ini mengumumkan akan menutup bisnis ponselnya. Proses penutupan akan rampung pada 31 Juli 2021 mendatang. Setelah tanggal tersebut, LG tak lagi memproduksi ponsel baru.

Keluarnya LG dari bisnis ponsel disebabkan karena vendor asal Korea Selatan ini tidak bisa bersaing di pasar. Apalagi, smartphone asal China mulai mendominasi.

Sebelum LG, sebenarnya ada sejumlah brand ponsel lain yang bernasib sama. Ada banyak faktor yang memengaruhi, salah satu faktor terbesar adalah masalah kerugian semakin menggerogoti perusahaan.

Berikut ini adalah beberapa vendor yang telah menutup bisnis ponselnya.

1. Ericsson

EricssonJONATHAN NACKSTRAND/AFP Ericsson
Sempat berjaya pada 1990-an, Ericsson resmi menutup bisnisnya. Semua berawal pada 1998, di mana Ericsson menghadapi masalah dalam proses pengembangan ponsel model Ericcsson T28.

Akibat masalah tersebut, waktu peluncuran ponsel yang awalnya direncanakan pada momen Natal 1998 molor hingga akhir 1999. Tanggal rilis Ericsson T28 pun terpaksa kembali ditunda akibat kebakaran yang melanda pabrik Philips yang berlokasi di Albuquerque, New Mexico

Akibat dari insiden ini, sebanyak 7 juta unit ponsel gagal diproduksi. Pada 2000, Ericsson kemudian meluncurkan satu buah ponsel baru bernama Ericsson R380.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Ini 10 Smartphone Terkencang Maret 2021 Menurut AnTuTu

Ericsson R380 sendiri merupakan ponsel Ericsson pertama yang mengusung sistem operasi Symbian. Namun, debut ponsel anyar tersebut rupanya tidak berhasil mendongkrak pasar.

Selanjutnya, Ericsson mencoba meluncurkan perangkat PC genggam bernama Ericsson MC218 dan PC genggam HS210 di tahun 1999.

Memasuki pergantian tahun 2000 ke 2001, Ericsson dilanda krisis. Dalam menghadapi krisis bisnis perusahaan, Ericsson memberhentikan 600 karyawannya yang terlibat dalam proses produksi ponsel.

Ericsson kemudian membagi perusahaan menjadi dua divisi. Produksi dan desain ponsel dialihkan ke Sony Ericsson Mobile Communications, hasil kerja sama dengan Sony.

Sementara proses pengembangkan software dan hardware yang digunakan sebagai fondasi untuk membuat telepon seluler, dipindahkan ke perusahaan baru yang disebut Ericsson Mobile Platforms (EMP).

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.