Profil Jack Dorsey, Pendiri Twitter dan Anak Punk yang Rajin Puasa

Kompas.com - Diperbarui 01/12/2021, 09:42 WIB
Penulis Oik Yusuf
|

Sosok nyentrik

Di dunia teknologi, Dorsey sendiri dikenal sebagai sosok yang agak nyentrik dengan kebiasaan unik. Dia biasa bermeditasi selama dua jam setiap hari serta bolak-balik masuk sauna dan mandi air dingin.

Dorsey juga diketahui selalu berpuasa dengan hanya makan sekali dalam sehari. "Saya makan tujuh kali seminggu -hanya saat malam saja," ujar Dorsey dalam interview dengan Wired.

"Pada siang hari saya merasa jauh lebih fokus," ujar Dorsey mengenai alasannya makan hanya sekali sehari. "Waktu di antara sarapan hingga makan siang memungkinkan saya lebih fokus dengan segala sesuatu di hari itu."

Kebiasaan makan Dorsey ini banyak dikritik karena dinilai kurang sehat dan cenderung berbahaya. Namun, Dorsey selama ini hanya menjelaskan soal habit pribadinya itu saja tanpa mengajak orang lain untuk mengikutinya.

Penampilannya pun berubah lagi, dengan janggut tebal dan cincin yang kembali nangkring di hidung. Ketika bersaksi di hadapan Kongres AS pada 2018, seorang anggota kongres dari partai Republik yang konservatif menyebutnya "tidak terlihat seperti CEO".

Belakangan, gaya pria 44 tahun ini kembali menarik perhatian saat dia bersaksi di kongres pada 28 Oktober 2020 lewat konferensi video. Kala itu, di tengah-tengah masa WFH karena pandemi, dia tampil dengan janggut lebat beruban dan rambut yang dibiarkan memanjang.

Baca juga: Sejarah Google, Raksasa Mesin Pencari yang Hampir Dijual Murah

Lebih suka di balik layar

Setelah Twitter untuk pertama kalinya melantai di bursa pada 2013, Dorsey menjadi orang kaya raya dari kepemilikan sahamnya, meskipun hanya digaji sekitar 1 dollar AS oleh perusahaan.

Mirip seperti Steve Jobs, dia sempat didepak dari Twitter pada 2008 dan mendirikan perusahaan baru yang bergerak di bidang layanan pembayaran, Square.

Baca juga: Profil Steve Jobs, Anak Imigran Muslim yang Mendirikan Apple

Bedanya, Square yang produknya pertama kali dirilis pada Mei 2010 berhasil meraih sukses sehingga kini nilainya mencapai miliaran dollar AS. Dorsey pun menjabat sebagai CEO di kedua perusahaan yang didiriikannya, Twitter dan Square.

Meskipun kerap disorot -entah karena pencapaiannya, perusahaannya, atau kehidupan pribadinya- Dorsey mengaku tak mau dikenal dan lebih suka memosisikan diri di belakang layar.

"Semua ini lebih karena keharusan, bukan keinginan. Saya suka berada behind the scene," ujarnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.