Dituduh Sembunyikan Konten Pro-Palestina, Ini Respons Instagram

Kompas.com - 31/05/2021, 10:07 WIB
Tampilan Instagram dengan mode gelap. KOMPAS.com/Bill ClintenTampilan Instagram dengan mode gelap.

KOMPAS.com - Instagram mengubah algoritma postingan di linimasa (timeline)-nya, setelah mendapat kecaman. Media sosial naungan Facebook itu diduga menyembunyikan posting konten yang mendukung Palestina.

Secara khusus, Instagram dituduh telah menghapus berbagai posting terkait serangan Israel kepada warga Palestina, yang terjadi di sekitar wilayah Masjid Al-Aqsa, awal Mei lalu.

Hal ini diketahui setelah sejumlah pengguna mengaku gagal melihat dan membagikan foto dan video yang berisi konten kericuhan di Gaza.

Baca juga: Cara Menghapus Banyak Komentar Sekaligus di Instagram

Menanggapi masalah tersebut, Head of Instagram, Adam Mosseri kemudian menyampaikan klarifikasi. Ia mengatakan hilangnya posting tersebut disebabkan oleh bug teknis.

Ia turut menegaskan bahwa Facebook dan Instagram tidak dengan sengaja menghapus konten terkait konflik antara Israel dan Palestina.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Banyak pengguna mengira kami menghapus konten mereka berdasar apa yang mereka posting atau hashtag yang mereka pakai, tetapi bug ini tidak terkait dengan konten itu sendiri, melainkan masalah luas yang kini telah diperbaiki," tulis Mosseri melalui akun Twitternya.

Instagram juga mengatakan bahwa pihaknya lebih memprioritaskan untuk membagikan konten dari pengguna terdekat, seperti teman, dibanding posting pengguna lain yang tidak dikenal.

Dihimpun KompasTekno dari The Verge, Senin (31/5/2021), Instagram berdalih jika hal ini sengaja dilakukan demi mengikuti permintaan pengguna.

Setelah pembaruan algoritma ini, pengguna Instagram nantinya dapat menikmati konten orisinal dan konten yang dibagikan ulang (repost dan reshare) secara seimbang.

Baca juga: Resmi, Pengguna Instagram dan Facebook Kini Bisa Sembunyikan Jumlah Like

Sebab sebelumnya, Instagram diketahui telah membatasi jumlah konten jenis reshared (yang dibagikan ulang) kepada pengguna. Hal ini mengakibatkan posting tersebut menjadi tenggelam dan sulit untuk diakses.

Menurut juru bicara Facebook, pembatasan konten yang dibagikan pada Instagram mulanya bertujuan untuk menggiring pengguna agar lebih fokus menikmati konten orisinal.

Namun dikarenakan munculnya dugaan pemblokiran konten tertentu, Instagram kini mulai menyeimbangkan konten orisinal dan konten yang diposting ulang oleh pengguna lain, kepada penggunanya.

Baca juga: Facebook Messenger dan DM Instagram Tak Diamankan hingga 2022

Meski pihak Instagram telah memberikan penjelasan, namun sebagian masyarakat masih skeptis. Bahkan tak sedikit yang tidak mempercayai Instagram. Sebab menurut laporan BuzzFeed News, Facebook diduga menghapus sekitar 470 posting terkait Masjid Al-Aqsa selama satu pekan terakhir.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber The Verge
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.