Smartfren Tak Mau Buru-buru Gelar 5G, Ini Sebabnya

Kompas.com - 17/06/2021, 16:30 WIB
Ilustrasi 5G Smartfren. YouTube/ SmartfrenIlustrasi 5G Smartfren.

KOMPAS.com - Operator seluler Smartfren mengatakan, pihaknya telah memiliki teknologi yang siap untuk menggelar jaringan 5G. Namun, Smartfren menegaskan tak mau buru-buru dalam menyediakan jaringan generasi kelima tersebut.

Hal ini diungkapkan langsung oleh Presiden Director Smartfren, Merza Fachys, dalam acara uji coba jaringan 5G tahap kedua yang digelar secara virtual, Kamis (17/6/2021).

"Kalau ingin layanan 5G Smartfren di-ON kan hari ini juga tidak apa-apa. Tapi kita tidak ingin terburu-buru mengaktifkan 5G, kalau ujung-ujungnya hanya sekadar nyala dan ditangkap oleh ponsel pelanggan," ungkap Merza.

Hal ini dikarenakan, kata Merza, Smartfren ingin menggelar jaringan 5G dengan totalitas alias tidak sepotong-sepotong.

Oleh karena itu, Smartfren masih harus merampungkan hal-hal yang seharusnya diselesaikan lebih dahulu sebelum benar-benar menggelar 5G. Misalnya, soal dukungan dan kesiapan industri dan aplikasi lokal.

Lalu juga, kata Merza, layanan 5G juga semuanya harus sudah melalui teknologi fiber optik agar dapat kecepatan tinggi dan latensi rendah yang dijanjikan oleh 5G.

Baca juga: Smartfren Uji Coba Jaringan 5G di Frekuensi 28 GHz, Berapa Kecepatannya?

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Smartfren sendiri belum lama ini memastikan tengah bersiap merger dengan Moratelindo, penyelenggara infrastruktur jaringan serat optik telekomunikasi. 

Rencana penggabungan usaha ini disebut akan memuluskan penggelaran layanan 5G Smarfren di Tanah Air.

Moratelindo sendiri dinilai sebagi perusahaan yang andal dalam mengatasi tantangan penggelaran layanan 5G di Indonesia, yaitu soal ketersediaan kapasitas jaringan penghubung ke semua pemancar. Di mana hal itu hanya bisa dilakukan menggunakan teknologi fiber optik.

Smartfren melalui anak usahanya, PT Smart Telecom (Smartel) dilaporkan telah mengakusisi saham milik Moratelindo dengan jumlah saham yang diakuisisi setara 20,5 persen dari total modal yang ditempatkan Moratelindo. Sedangkan nilai pembelian sahamnya sendiri ialah sebesar Rp 360 miliar.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.