Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 29/07/2021, 10:33 WIB

KOMPAS.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) akan mulai menghentikan siaran televisi analog, diganti menjadi siaran TV digital atau Analog Switch Off (ASO) secara bertahap mulai 17 Agustus 2021.

Berikut adalah poin-poin penghentian siaran TV analog menjadi TV digital, dikutip KompasTekno dari situs resmi Kominfo, Rabu (29/7/2021).

Bertahap

  • Penghentian siaran analog menjadi digital ini akan melalui lima tahapan.
  • Tahap pertama akan selesai selambat-lambatnya pada 17 Agustus 2021
  • Kemudian tahap akhir akan rampung pada 2 November 2022 pukul 24.00 WIB.
  • Tahapan ASO diatur dalam Peraturan Menteri (Permen) Kominfo Nomor 6 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Penyiaran.

Dedy Permadi, juru bicara Kominfo mengatakan penghentian siaran TV Analog dilakukan secara bertahap karena adanya sejumlah faktor, seperti pertimbangan kesiapan industri, keterbatasan spektrum frekuensi radio, hingga masukan dari Lembaga Penyiaran.

"Faktor keterbatasan spektrum frekuensi menjadi faktor penting mengapa ASO dilakukan secara bertahap," ujar Dedy dalam keterangan resmi.

Baca juga: Cara Mengubah TV Biasa Menjadi TV Digital

Jadwal penghentian TV analog

Saat ini, pemerintah sedang melakukan penataan frekuensi antara siaran analog yang masih berjalan dengan siaran digital yang perlahan mulai diperkenalkan agar masyarakat mulai beralih dan membiasakan diri dengan siaran digital.

Meskipun dilakukan secara bertahap, jadwal penghentian TV analog di daerah yang sudah ditentukan harus dilaksanakan secara serentak oleh semua stasiun televisi di daerah tersebut.

Hal itu dimaksudkan agar masyarakat lebih mudah menonton siaran dari satu jenis penerimaan saja.

Berikut jadwal penghentian TV analog berserta wilayah layanan siarannya, dikutip KompasTekno dari situs resmi Kominfo.

Tahapan I paling lambat 17 Agustus 2021, meliputi:

  • Kabupaten Aceh Besar dan Kota Banda Aceh.
  • Kepulauan Riau: Kabupaten Bintan, Kabupaten Karimun, Kota Batam dan Kota Tanjung Pinang.
  • Provinsi Banten: Kabupaten Serang, Kabupaten Cilegon dan Kota Serang.
  • Kalimantan Timur: Kabupaten Kutai Kata negara, Kota Samarinda, dan Kota Bontang.
  • Provinsi Kalimantan Utara: Kabupaten Bulungan, Kota Tarakan dan Kabupaten Nunukan.

Baca juga: Ingin Tahu TV Anda Sudah Digital atau Belum? Begini Cara Mengeceknya

Tahapan II paling lambat 31 Desember 2021, meliputi:

  • Aceh: Kota Sabang, Kabupaten Pidie, Bireuen, Pidie Jaya.
  • Riau: Kabupaten Bengkalis, Kepulauan Meranti, Dumai.
  • Jawa Barat: Kabupaten/kota Garut, Cirebon, Ciamis, Pangandaran, Tasikmalaya, Cianjur, Majalengka, Sumedang.
  • Jawa Tengah: Kabupaten/kota Blora, Pekalongan, Pemalang , Tegal, Rembang, Pati, Jepara, Cilacap, Banyumas Purbalingga, Brebes.
  • Jawa Timur: Kabupaten/kota Sampang, Pamekasan, Sumenep, Situbondo, Banyuwangi, Pacitan.
  • Banten: Kabupaten Pandeglang.
  • Nusa Tenggara Timur: Kabupan/kota Timur Tengah Utara, Belu, Malaka.
  • Kalimantan Timur: Kabupaten Penajam Paser Utara, dan Kota Balikpapan.

Baca juga: Daftar TV Digital Harga Rp 1 Jutaan yang Bisa Dibeli Saat Ini

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman Selanjutnya
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.