Syarat TKDN Jadi 35 Persen, Apakah Harga Ponsel Akan Naik?

Kompas.com - 24/10/2021, 10:27 WIB
Suasana ITC Roxy Mas, salah satu pusat belanja ponsel terbesar di Jakarta. Kompas.com/Wahyunanda Kusuma PertiwiSuasana ITC Roxy Mas, salah satu pusat belanja ponsel terbesar di Jakarta.

KOMPAS.com - Pemerintah resmi menaikkan besaran minimal nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) untuk perangkat telekomunikasi berbasis 4G dan 5G, yakni dari sebelumnya 30 persen menjadi 35 persen.

Dengan demikian, vendor smartphone diwajibkan untuk melakukan penyesuaian besaran kandungan komponen lokal (hardware/software/investasi) yang digunakan dalam proses produksi ponselnya.

Secara teknis, konsumen Indonesia tidak terpengaruh secara langsung oleh kenaikan nilai TKDN ini. Sebab, persyaratan TKDN sudah diterapkan untuk ponsel yang dijual di Indonesia sejak 2017.

Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Kominfo Ismail pada Jumat (22/10/2021).

Baca juga: Pemerintah Naikkan TKDN Perangkat 4G Jadi 35 Persen

"Dengan quality control yang sama dari para pemegang merk, konsumen tetap dapat mendapatkan kualitas perangkat yang sama, sehingga tidak ada kerugian bagi konsumen dengan kewajiban TKDN ini," kata Ismail melalui pesan singkat kepada KompasTekno.

Ismail menegaskan, kenaikan nilai TKDN jadi 35 persen ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan industri telekomunikasi dalam negeri dalam menghadapi era teknologi 5G.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dengan begitu, industri telekomunikasi dalam negeri dapat tumbuh bahkan membuka lapangan pekerjaan baru.

Harga ponsel bakal naik?

Dari segi harga, Ismail memprediksi bahwa kebijakan nilai TKDN menjadi 35 persen ini seharusnya tidak memengaruhi harga jual smartphone di pasaran.

Namun, pendapat agak berbeda diungkapkan oleh PR Manager Oppo Indonesia, Aryo Meidianto. Aryo mengatakan, kenaikan nilai TKDN ini bisa saja berpengaruh pada harga jual smartphone, khususnya pada merek yang cakupan pasarnya kecil.

"Karena volume produksi mereka cenderung sedikit," kata Aryo. Dengan demikian, bisa jadi ada kenaikan ongkos produksi demi memenuhi aturan TKDN yang baru. Masalah ini, lanjut Aryo, tidak dialami pabrikan besar seperti Oppo.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.