Kompas.com - 23/10/2021, 18:45 WIB
Seseorang menunjukkan sistem pembayaran dengan Samsung Pay pada hari pertama ajang Mobile World Congress di Barcelona, Spanyol, Senin (27/2/2017). AFP PHOTO / LLUIS GENESeseorang menunjukkan sistem pembayaran dengan Samsung Pay pada hari pertama ajang Mobile World Congress di Barcelona, Spanyol, Senin (27/2/2017).

KOMPAS.com - Samsung tengah menghadapi tuntutan hukum di Rusia terkait pelanggaran paten layanan pembayaran elektronik Samsung Pay. Buntutnya, Samsung dilarang menjual ponsel lipat flagship terbarunya Galaxy Z Flip 3 dan Z Fold 3 di Rusia.

Kasus hukum yang menyeret nama Samsung ini bermula ketika seseorang bernama Victor Gulchenko menemukan sistem transaksi online. Selanjutnya, temuan Gulchenko itu dipatenkan di Rusia dengan sebutan "Sistem Pembayaran Elektronik".

Outlet media Rusia RIA melaporkan, paten tersebut dipegang oleh perusahaan yang berbasis di Swiss, yaitu Sqwin SA. Tanggal pendaftaran paten ditunjukkan pada tanggal 23 April 2019, sedangkan tanggal mulai berlakunya paten adalah tanggal 2 Desember 2013.

Baca juga: Fitur Mewah tapi Dijual Lebih Murah, Apa Rencana Samsung untuk Galaxy Z Fold 3?

Nah, Sqwin SA selaku pemegang paten mengklaim bahwa layanan Samsung Pay ini mengajukan paten pada 2013 silam untuk yang dibuatnya.

Kemudian, pada April 2019, perusahaan yang berbasis di Swiss, yaitu Sqwin SA mendaftarkan haknya atas penemuan Gulchenko yang disebut "Sistem Pembayaran Elektronik" itu.

Kemudian, Sqwin SA mengklaim layanan Samsung Pay berjalan di atas sistem pembayaran elektronik miliknya yang telah dipatenkan. Inilah alasan Sqwin SA menggugat Samsung dengan tuduhan telah melanggar paten "Sistem Pembayaran Elektronik".

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Samsung sendiri memperkenalkan layanan Samsung Pay pada 2015. Kemudian baru di tahun 2016, layanan Samsung Pay mulai digunakan di Rusia.

Baca juga: Resmi Hadir di Indonesia, Samsung Pay Gandeng Dana dan GoPay

Sampai hari ini, Samsung Pay dilaporkan menjadi salah satu sistem pembayaran online elektronik paling populer di Rusia, yakni sebanyak 17 persen. Sedangkan, Google Pay (32 persen) dan Apple Pay (30) jadi dua layanan pembayaran elektronik paling banyak digunakan di Rusia.

 Samsung Galaxy Z Fold 3.PhoneArena Samsung Galaxy Z Fold 3.
Putusan pengadilan

Pengadilan Arbitrase Moskow sendiri telah mengabulkan tuntutan Sqwin SA. Pada Juli lalu, pengadilan pun menerbitkan putusan yang melarang Samsung untuk menggunakan layanan Samsung Pay di Rusia.

Putusan pengadilan termasuk larangan mengimpor, menjual, dan mengenalkan produk yang menjalankan layanan Samsung Pay di Rusia.

Pada 19 Oktober, pengadilan mengeluarkan putusan tambahan yang berisi 61 daftar model ponsel Samsung yang dilarang dijual di Rusia.

Tidak ada informasi soal daftar lengkap model ponsel Samsung yang dilarang dijual, namun outlet media Ria menyebutkan ponsel ini termasuk Samsung Galaxy J5 2017 hingga ponsel lipat Galaxy Z Flip 3 dan Z Fold 3 terbaru, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Phone Arena, Sabtu (23/10/2021).

Baca juga: Bocoran Penampilan Samsung Galaxy S22 Ultra dengan Stylus S Pen

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.