FIFA Uji Coba Teknologi Canggih Pendeteksi Offside

Kompas.com - 03/12/2021, 16:43 WIB
Logo FIFA di markas induk organisasi sepak bola dunia di Swiss. Foto diambil pada 10 Januari 2017. AFP/MICHAEL BUHOLZERLogo FIFA di markas induk organisasi sepak bola dunia di Swiss. Foto diambil pada 10 Januari 2017.
Penulis Bill Clinten
|

KOMPAS.com - Federasi sepak bola dunia (FIFA) menguji coba teknologi yang bisa mendeteksi pemain jika berada dalam posisi offside. Teknologi tersebut diuji coba dalam turnamen Piala Arab 2021 yang digelar pekan ini.

Menurut pihak FIFA, teknologi ini yang disebut sebagai software "Semi-automated Offsides" ini mengandalkan 10 hingga 12 unit kamera yang ditempatkan di sekitar lapangan.

Kamera ini dapat memantau 29 titik di tubuh setiap pemain sebanyak 50 kali setiap detik. Selain itu, teknologi pendeteksi offside ini juga mengandalkan kecerdasan buatan.

"Teknologi ini sebenarnya mengacu pada pergerakan lengan pemain. Kemudian, kami menggunakan software untuk memproses data tersebut," jelas Director Football Technology & Innovation Football Division FIFA, Johannes Holzmuller dalam sebuah pernyataan.

Baca juga: EA Sports Setop Seri Game Sepak Bola FIFA?

Setelah itu, kamera-kamera tersebut bakal mengirimkan data yang telah dikumpulkan ke perangkat  video assistant referee (VAR).

"Ada dua titik fokus yang dilihat kamera, yang pertama adalah titik fokus ketika pemain menendang dan mengoper bola, kemudian yang kedua adalah titik yang fokus kepada pemain yang dioper, tepatnya pada bagian tubuh mana yang dekat dengan garis gawang, dan pemain belakang lawan terdekat," tutur Holzmuller.

Nantinya, keputusan akhir apakah pemain dalam posisi offside atau tidak, masih mutlak berasal dari pengamatan wasit, dibantu oleh teknologi kamera dan informasi dari VAR tadi.

Sebagai informasi, offside merupakan suatu kondisi di mana posisi pemain berada di area lawan ketika bola sedang dioper menuju pemain tersebut. Di saat yang sama, tidak ada pemain lawan setelahnya selain penjaga gawang.

Baca juga: Game Sepak Bola FIFA 22 Sudah Bisa Dipesan, Ini Harganya

"Apabila pemain terdeteksi melakukan offside, peringatan secara otomatis bakal dikirimkan ke VAR. Nantinya, wasit yang memantau VAR akan menginformasikan wasit yang berada di lapangan terkait adanya pelanggaran offside," imbuh Holzmuller.

Menurut FIFA, teknologi ini sudah sempat diuji coba di Inggris, Spanyol, dan Jerman pada 2020 lalu, namun, sempat terkendala akibat pandemi Covid-19 sebagaimana dirangkum KompasTekno dari BBC.com, Jumat (3/12/2021).

Konon, teknologi ini bakal dipakai di gelaran Piala Dunia 2022. Namun, belum ada kepastian terkait hal tersebut. Kita nantikan saja.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.