Waspada, "Spider-Man: No Way Home" Palsu Berisi Malware Bisa Menguras Dompet

Kompas.com - 21/12/2021, 12:35 WIB

KOMPAS.com - Setelah dinanti-nanti, film superhero Spider-Man: No Way Home akhirnya tayang di bioskop. Para penggemar pun langsung berbondong-bondong menonton film yang dibintangi aktor Tom Holland ini pada pemutaran perdananya.

Tak heran bila film Spider-Man: No Way Home sukses menjadi film box-office di tengah pandemi dengan meraup pendapatan 600,8 juta dollar AS (Rp 8,6 triliun) dalam debutnya di seluruh dunia.

Sayangnya, antusiasme penggemar film Spider-Man ini justru dimanfaatkan penjahat dunia maya (cyber criminal) untuk meraup keuntungan. Misalnya, dengan menyebarkan malware dan phising.

Baca juga: Malware Joker Kembali, Segera Hapus 15 Aplikasi Android Ini

Para peneliti dari perusahaan keamanan siber, Kaspersky, mengungkapkan ada sejumlah situs phising yang menggunakan Spider-Man: No Way Home sebagai umpan untuk mencari korban.

Phising sendiri adalah sebuah upaya menjebak korban untuk mencuri informasi pribadi, seperti nomor rekening bank, kata sandi, dan nomor kartu kredit. Dengan teknik ini, pelaku bisa menguras isi dompet korbannya menggunakan informasi yang diperoleh tersebut. 

Dalam sebuah tangkapan layar yang dibagikan Kaspersky, beberapa situs phising menyertakan sebuah gambar buatan penggemar (fan-art) yang menampilkan Spider-Man dari tiga alam semesta lengkap dengan tiga pemainnya, yaitu Tobey Maguire, Andrew Garfield, dan Tom Holland.

Tampilan situs phising yang menggunakan fan-art Spider-Man untuk menarik perhatian calon korban. Kaspersky Tampilan situs phising yang menggunakan fan-art Spider-Man untuk menarik perhatian calon korban.
Situs tersebut juga menawarkan video cuplikan film (sneak peak) untuk Spider-Man: No Way Home. Namun, video ini sebenarnya adalah teknik phising dan merupakan video berbahaya yang sudah ditanami malware.

Pasalnya, untuk bisa mengunduh video sneak peak tersebut, penggemar harus memberikan informasi perbankan miliknya. Ketika video sneak peak diakses, video itu ternyata dipenuhi dengan malware berjenis adware dan trojan.

Baca juga: Hati-hati, Aplikasi WhatsApp Mod Ini Bawa Trojan Berbahaya

Virus trojan sendiri dapat memata-matai dan mencuri data sensitif di perangkat pengguna.

Virus ini juga dapat membuka akses pintu belakang ke sistem perangkat pengguna dan melakukan berbagai hal, seperti menghapus, memblokir, mengubah, dan menyalin data, serta mengganggu kinerja komputer.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.