QR Code Palsu di Area Parkir Dimanfaatkan untuk Curi Data Pribadi

Kompas.com - 17/01/2022, 17:45 WIB

Kompas.com - Upaya untuk mendapatkan data seseorang dengan teknik pengelabuan (phising) yang dilakukan melalui e-mail, bukan lagi hal baru di dunia maya. Akan tetapi, hacker rupanya juga menemukan celah lain, yakni melalui QR code.

Praktik pencurian data melalui pemindaian QR code dilaporkan terjadi di beberapa kota di Texas, Amerika Serikat.

Salah satunya terjadi di Kota San Antonio. Beberapa titik area parkir di sana memiliki stiker QR code untuk memudahkan pembayaran parkir.

Rupanya, menurut kepolisian setempat, QR code itu hanyalah tipuan alias "scam". Informasi itu diumumkan langsung melalui akun Twitter resmi departemen kepolisian San Antonio dengan handle @SATXPolice.

"Peringatan SCAM: Stiker QR code berisi penipuan ditemukan di area parkir di Kota San Antonio. Pengguna yang membayar biaya parkir dengan memindai kode ini, kemungkinan diarahkan ke situs penipuan dan mengirim pembayaran ke vendor palsu," demikian cuitan kepolisan San Antonio melalui akun resminya di Twitter.

Baca juga: Kenali Modus Phising Mention dan Tag di Facebook Berikut Cara Menghindarinya

Pengunjung parkir yang kadung memindai QR code tersebut, kemungkinan mengirimkan uang parkir sekaligus informasi keuangan mereka ke penipu tanpa sepengetahuan pengunjung.

Caranya, setelah QR code dipindai, pengunjung akan diarahkan ke situs pembayaran cepat palsu yang memiliki domain "passportlab.xyz". Namun, saat ini laman tersebut dilaporkan sudah tidak bisa diakses atau offline.

Belum diketahui berapa banyak pengunjung yang sudah melakukan pembayaran ke vendor palsu tersebut.

Lebih lanjut, kepolisian mengimbau agar pengunjung yang merasa menjadi korban QR code palsu ini bisa segera melaporkan ke pihak berwajib dan memberi tahu bank yang menerbitkan kartu kredit mereka untuk mengamankan informasi perbankan.

Baca juga: BI Luncurkan Standar QR Code Indonesia

Sementara itu, kepolisian setempat masih menginvestigasi kejahatan siber ini. Menurut Ars Technica, kasus serupa juga terjadi di beberapa kota besar di Texas, yakni di sebagian besar Kota Austin hingga Houston.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.