Kompas.com - 27/02/2022, 11:11 WIB

KOMPAS.com - Ponsel atau HP Android yang sudah digunakan selama bertahun-tahun tentu akan mengalami penurunan kinerja.

Tidak jarang HP Android yang usianya sudah menua, menjadi lelet dan lemot saat digunakan.

Namun pengguna tidak perlu khawatir, sebab ada sejumlah tips yang bisa dilakukan agar HP Android bisa kembali diandalkan meski sudah berusia lama.

Berikut ini adalah beberapa tips agar HP Android tidak lemot, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Android Central, Kamis (24/2/2022).

1. Bersihkan cache

Data cache yang makin lama makin menumpuk merupakan salah satu faktor yang dapat menyebabkan ponsel Android menjadi lambat bekerja.

Karena itu, pengguna disarankan untuk menghapus membersihkan cache secara berkala, terutama ketika kinerja ponsel sudah menjadi lamban.

Untuk menghapus data cache, pengguna bisa memanfaatkan aplikasi Files dari Google.

Aplikasi ini memungkinkan pengguna untuk memantau penggunaan storage dan menghapus file, cache, serta aplikasi yang tak lagi digunakan.

Baca juga: Cara Membersihkan File yang Tersisa Setelah Menghapus Aplikasi Android

2. Nonaktifkan aplikasi yang tidak digunakan

Tidak sedikit perangkat Android yang sudah disertai dengan aplikasi bawaan (bloatware). Terkadang, bloatware tersebut tidak digunakan oleh pengguna dan justru dapat menyesaki memori ponsel.

Namun bloatware tidak bisa di-uninstall secara manual. Satu-satunya cara yang bisa dilakukan pengguna adalah dengan menonaktifkan (disable) penggunaan aplikasi.

Caranya, cukup akses menu Settings > Apps. Kemudian pilih aplikasi bloatware dan tekan tombol Disable untuk menonaktifkan penggunaan aplikasi.

3. Update secara berkala

Selalu pastikan ponsel selalu up-to-date dengan memperbarui sistem operasi secara berkala.

Update ini berguna untuk memperbaiki bug, meningkatkan sistem keamanan, serta menghadirkan fitur baru pada perangkat.

Untuk mengecek versi pembaruan software terbaru, cukup akses menu Settings > About Phone > System Update.

Apabila terdapat versi software sistem operasi terbaru, pengguna disarankan untuk segera melakukan pembaruan.

4. Pasang aplikasi versi lite

Sejumlah pengembang aplikasi menyediakan aplikasi versi Lite yang menawarkan kinerja yang lebih ringan.

Aplikasi ini dikemas dengan tampilan yang lebih sederhana serta dilengkapi fitur-fitur dasar.

Dengan meng-install aplikasi versi Lite, pengguna bisa menyimpan kapasitas memori meski fitur-fitur yang tersedia tidak selengkap aplikasi versi orisinalnya.

Baca juga: Android 13 Resmi Pakai Nama Tiramisu

5. Restart ponsel secara berkala

Tidak ada salahnya untuk mencoba melakukan restart ponsel selama satu kali dalam seminggu.

Dengan melakukan metode ini, pengguna bisa menghapus file cache dan menyegarkan kondisi ponsel.

6. Ubah pengaturan animasi di layar

Ponsel Android menyediakan pengaturan yang dapat mempercepat efek animasi yang disajikan pada layar.

Hal ini bisa dilakukan untuk mengurangi kesan lemot yang kerap ditampilkan ketika sedang menggunakan ponsel.

Untuk mempercepat animasi di layar ponsel, silakan akses menu Settings > About Phone > Software Information > Build number.

Selanjutnya, tekan menu Build number selama tujuh kali berturut-turut untuk mengaktifkan pengaturan pengembang (Developer Options).

Setelah Developer Options diaktifkan, kembali ke menu Settings > Developer options > Window Animation scale. Pada opsi tersebut, pilih "0.5x".

6. Pasang custom ROM jika perlu

Tidak sedikit dari ponsel Android lawas yang sudah tak lagi menerima pembaruan software. Akibatnya, ponsel menjadi obsolet dan tidak bisa mendukung aplikasi-aplikasi terbaru.

Memasang custom ROM merupakan salah satu alternatif yang bsia dilakukan pengguna. Dengan custom ROM, ponsel lawas akan menerima sejumlah update software, meski cara ini tidak tergolong resmi.

7. Hindari Live Wallpaper

Penggunaan live wallpaper juga dapat memengaruhi kinerja ponsel, lantaran aplikasi ini akan terus berjalan di background, meski aplikasi tersebut tidak dalam keadaan sedang digunakan.

Apabila RAM dan CPU selalu dalam keadaan sibuk lantaran harus menyediakan ruang untuk menjalankan aplikasi live wallpaper, maka ponsel tidak dapat membuka aplikasi lain dengan lancar.

Baca juga: Penampakan Awal Android 13 Beserta Fitur Barunya

8. Hapus widgets

Penggunaan widgets di layar home screen bisa menguras kinerja ponsel, seperti RAM dan CPU.

Maka dari itu, pengguna dapat mengurangi penggunaan widgets apabila ponsel sedang dalam keadaan lemot.

9. Optimalkan kinerja baterai

Konsumsi baterai yang terlalu berlebihan dapat membuat daya baterai terkuras dengan cukup cepat.

Pada umumnya, hal ini disebabkan oleh penggunaan CPU ponsel yang berlebihan guna menjalankan aplikasi yang kerap aktif di background.

Untuk mengatasi masalah ini, silakan non-aktifkan aplikasi yang paling menguras baterai dengan menuju menu Settings > Battery.

Pilih aplikasi yang paling banyak mengonsumsi daya dan tekan tombol "Force Stop" untuk segera menghentikan kinerja aplikasi.

10. Matikan fitur always-on display

Jika ponsel Anda memiliki fitur Always-on display, sebaiknya matikan fitur tersebut. Always-on display merupakan fitur yang berguna untuk menampilkan beragam informasi, seperti keterangan waktu, sisa baterai, dan daftar notifikasi yang masuk di ponsel.

Namun, penggunaan fitur ini dapat memakan konsumsi daya baterai, lantaran layar ponsel yang harus berada di kondisi tetap menyala.

Untuk itu, pengguna dapat mematikan fitur always-on display untuk mengurangi pemakaian daya baterai dan kinerja ponsel secara bersamaan.

11. Matikan Bluetooth

Bluetooth berfungsi sebagai salah satu fitur untuk mengirimkan file kepada pengguna Android. Selain itu, bluetooth juga digunakan untuk menghubungkan perangkat seperti TWS atau smartwatch dengan ponsel.

Meski menawarkan manfaat yang berguna, pengguna sangat dianjurkan untuk tetap menonaktifkan fitur Bluetooth pada ponsel apabila tidak diperlukan.

12. Hindari penggunaan aplikasi "Battery Optimizer"

Ada sejumlah aplikasi yang tersedia di Google Play Store yang menjanjikan kemampuan untuk memperbaiki kinerja baterai pada ponsel.

Aplikasi "Battery Optimizer" dapat "membunuh" aplikasi yang sedang berjalan pada ponsel, sehingga bisa mengurangi konsumsi daya pada baterai.

Meski terdengar bermanfaat, namun pengguna ponsel Android disarankan untuk menjauhi aplikasi semacam ini.

Sebab aplikasi "Battery Optimizer" dapat menyimpan iklan mengganggu serta malware yang berbahaya.

Baca juga: Daftar HP Android Terkencang Januari 2022 Versi AnTuTu

13. Factory reset

Factory reset atau pengaturan ulang pabrik merupakan langkah terakhir yang bisa dilakukan apabila cara-cara di atas tidak dapat membantu mengatasi ponsel Android yang lemot.

Factory reset adalah proses mengembalikan ponsel ke pengaturan pabrikan atau kondisi ketika ponsel pertama kali dikeluarkan dari boks.

Artinya, semua data yang tersimpan pada ponsel termasuk akun, aplikasi, musik, gambar, lagu, serta berbagai file lainnya akan dihapus.

Semua pengaturan ponsel yang telah dilakukan oleh pengguna juga akan dikembalikan seperti sedia kala.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.