Investor Twitter Gugat Elon Musk, Minta Akuisisi Ditunda

Kompas.com - 09/05/2022, 14:02 WIB
Elon Musk Dok. CarbuzzElon Musk

KOMPAS.com - Jalan Elon Musk untuk menjadi penguasa Twitter tampaknya tak berjalan mulus. Sebuah gugatan kini dilayangkan oleh pengelola dana pensiun Orlando, Florida, yang juga menjadi salah satu pemilik saham Twitter.

Gugatan itu dilayangkan ke pengadilan Delaware dengan maksud menunda upaya akuisisi Twitter oleh orang terkaya dunia tersebut.

Menurut hukum Delaware, Elon Musk tidak diperkenankan untuk menyelesaikan akuisisi hingga setidaknya tahun 2025, kecuali pemegang dua pertiga saham di luar kepemilikan Musk sepakat melakukan merger saham.

Baca juga: Resmi, Elon Musk Beli Twitter Rp 634 Triliun

Tak hanya Elon Musk, gugatan itu juga menargetkan eksekutif perusahaan termasuk CEO Twitter, Parag Agrawal, pendiri Twitter Jack Dorsey hingga penasihat keuangan Musk, Morgan Stanley karena menyetujui praktik akuisisi.

Berkat kesepakatan antara Musk dengan eksekutif Twitter tersebut, saham efektif Musk naik menjadi lebih dari 15 persen dari semula 9,6 persen. Adapun Morgan Stanley memiliki sekitar 8,8 persen saham dan Jack Dorsey 2,4 persen.

Karena kesepakatan itu, pengelola dana pensiun Orlando berkata bahwa direktur Twitter melanggar kewajiban fidusia (fiduciary duties) dan harus mengganti biaya hukum, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari India Today, Senin (9/5/2022).

Musk sendiri berharap dapat menyelesaikan akuisisi Twitter tahun ini. Namun menurut pengelola dana pensiun Orlando, diperlukan penundaan merger saham hingga tiga tahun, kecuali dua pertiga pemilik saham yang tidak dimiliki Musk menyetujui penggabungan saham.

Terkait gugatan ini, pihak Twitter menolak memberikan komentar. Begitu pula dengan pengacara Elon Musk dan pihak penggugat yang belum memberikan tanggapan.

Baca juga: Trump Tegaskan Tak Minat Pakai Twitter Lagi walaupun Sudah Dibeli Elon Musk

Masih menghimpun dana

Niatan Musk untuk mengakuisisi Twitter resmi diumumkan pada akhir April lalu. CEO Tesla itu membeli Twitter seharga 44 miliar dollar AS atau sekitar Rp 634 triliun. Namun proses akuisisinya belum rampung karena transaksi pembelian belum dilakukan.

Hingga kini, Musk masih menghimpun dana untuk menyelesaikan akuisisi. Belum lama ini Musk mengatakan telah mengumpulkan sekitar 7 miliar dolar AS (Rp 101,6 triliun) termasuk dari pendiri Oracle, Larry Ellison.

Sebelumnya Musk juga mendapat pinjaman 750 juta dollar AS (Rp 10,8 triliun) dari Royal Bank of Canada (RBC) dan Canadian Imperial Bank of Commerce (CIBC) menjanjikan pijaman sebesar 400 juta (Rp 5,7 triliun).

Baca juga: Beli Twitter, Elon Musk Ingin Lebih Banyak Kebebasan Berbicara

Sumber dana lainnya yaitu dari saham Tesla milik Musk sebesar 17 persen atau senilai 170 miliar dollar AS (Rp 2.445 triliun). Dari saham tersebut, Musk mengambil dana 12,5 miliar dollar AS (Rp 180,1 triliun) untuk membeli Twitter.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kenapa Ponsel Lawas Perlu Di-reset? Begini Alasannya

Kenapa Ponsel Lawas Perlu Di-reset? Begini Alasannya

Software
Menhub Terkejut, Indonesia Ditawari Masuk Anggota Dewan ICAO

Menhub Terkejut, Indonesia Ditawari Masuk Anggota Dewan ICAO

e-Business
WhatsApp Siapkan Fitur untuk Keluar Grup Diam-diam

WhatsApp Siapkan Fitur untuk Keluar Grup Diam-diam

Software
Tabel Spesifikasi dan Harga Oppo A16K di Indonesia

Tabel Spesifikasi dan Harga Oppo A16K di Indonesia

Gadget
Apa itu SpaceX? Perusahaan Teknologi Elon Musk yang Dikunjungi Jokowi

Apa itu SpaceX? Perusahaan Teknologi Elon Musk yang Dikunjungi Jokowi

e-Business
Gegara 'Bug', Peluncuran iOS 16 Versi Beta Publik Bakal Molor?

Gegara "Bug", Peluncuran iOS 16 Versi Beta Publik Bakal Molor?

Software
Apa Itu Socialspy WhatsApp yang Disebut Alat untuk Menyadap? Apakah Aman Digunakan?

Apa Itu Socialspy WhatsApp yang Disebut Alat untuk Menyadap? Apakah Aman Digunakan?

Software
Apa Itu Starlink? Layanan Internet Satelit yang Dijanjikan Hadir di Indonesia Mulai 2023

Apa Itu Starlink? Layanan Internet Satelit yang Dijanjikan Hadir di Indonesia Mulai 2023

Internet
Game 'Fall Guys: Ultimate Knockout' Kini Digratiskan

Game "Fall Guys: Ultimate Knockout" Kini Digratiskan

Software
Jadwal dan Link Streaming Mobile Legends SEA Games 2021 Rabu 18 Mei, Tim Indonesia Berlaga

Jadwal dan Link Streaming Mobile Legends SEA Games 2021 Rabu 18 Mei, Tim Indonesia Berlaga

Software
Menhub: Perjalanan Udara di Indonesia Diprediksi Pulih Tahun 2023

Menhub: Perjalanan Udara di Indonesia Diprediksi Pulih Tahun 2023

e-Business
Timnas PUBG Mobile Indonesia Sumbang Medali Perak di SEA Games 2021

Timnas PUBG Mobile Indonesia Sumbang Medali Perak di SEA Games 2021

Software
Layanan Indosat Ooredoo Dikeluhkan Bermasalah Selasa Malam

Layanan Indosat Ooredoo Dikeluhkan Bermasalah Selasa Malam

Internet
Elon Musk Ancam Tak Lanjutkan Akuisisi Twitter Gara-gara Akun Bot dan Spam

Elon Musk Ancam Tak Lanjutkan Akuisisi Twitter Gara-gara Akun Bot dan Spam

e-Business
Cara Aktifkan Izin Lokasi untuk Daftar Prakerja Gelombang 29 di HP Android, iPhone, dan Laptop

Cara Aktifkan Izin Lokasi untuk Daftar Prakerja Gelombang 29 di HP Android, iPhone, dan Laptop

e-Business
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.