Kompas.com - 29/05/2022, 10:15 WIB

KOMPAS.com - Melamar kerja kini bisa dilakukan secara daring dengan mudah. Proses melamar kerja online ini dimungkinkan dengan memanfaatkan platform e-mail atau surat elektronik.

Beberapa HRD (Human Resource Development) perusahaan biasanya memakai e-mail untuk jadi wadah dalam menampung pengiriman surat dan berkas lamaran kerja. E-mail juga biasa dipakai buat memberikan informasi terkait hasil proses rekrutmen.

Baca juga: Contoh Body E-mail Lamaran Kerja yang Baik agar Dilirik HRD

Kendati jamak dipakai, tak jarang pula beberapa pengguna atau pelamar belum memahami bagaimana cara membuat lamaran kerja via e-mail. Melamar kerja lewat e-mail tak bisa dilakukan secara sembarangan.

HRD biasanya memiliki semacam standar tertentu yang dipakai untuk menilai lamaran kerja yang dikirimkan via e-mail. Misalnya, lamaran kerja tidak cukup hanya mengirimkan berkas persyaratannya, melainkan body e-mail juga harus terisi.

Lantas, apa saja yang harus dikirim saat melamar kerja via e-mail? Untuk lebih lengkapnya, simak penjelasan di bawah ini.

Isi e-mail lamaran kerja

Secara sederhana, isi e-mail lamaran kerja terdiri dari tiga bagan, yakni header e-mail, body e-mail, dan footer e-mail, berikut penjelasannya.

1. Header e-mail

Header e-mail merupakan bagian paling atas dari sebuah e-mail terkait dengan identitas pengiriman yang terdiri dari kolom “To” atau “Kepada” dan “Subjek”. Kolom “To” berfungsi untuk menuliskan alamat e-mail penerima.

Pada kolom “To” terdapat fitur pengiriman ke banyak penerima sekaligus lewat kolom “Cc” dan “Bcc”. Terkadang beberapa perusahaan meminta satu e-mail lamaran juga diteruskan ke beberapa penerima lain.

Bila terdapat permintaan seperti itu, isi kolom “To” dengan alamat e-mail penerima utama, sekaligus isi pula kolom “Cc” atau “Bcc” dengan alamat e-mail penerima tambahan yang disyaratkan perusahaan.

Perlu diketahui, “Cc” atau “Bcc” memiliki fungsi yang sama, yakni membagikan satu pesan e-mail ke banyak penerima sekaligus. Bedanya, saat e-mail terkirim dengan “Cc” maka penerima lain bisa melihat siapa saja yang dikirimi pesan.

Sementara untuk “Bcc”, penerima tidak bakal bisa mengetahui e-mail tersebut telah dikirim kemana saja. Selain kolom “To”, header e-mail juga berisi kolom “Subjek”.

Kolom “Subjek” berfungsi untuk membubuhkan topik atas isi e-mail sehingga bisa mudah untuk dikenali. Dalam e-mail lamaran kerja, kolom “Subjek” umumnya diisi dengan format seperti “(nama)-(posisi pekerjaan yang dilamar)”.

2. Body e-mail

Body atau badan e-mail merupakan bagian yang memuat isi dari e-mail itu sendiri. Saat melamar kerja, usahakan menyusun badan e-mail secara terstruktur, yakni berisi paragraf pengantar, isi, dan penutup.

Paragraf dalam badan e-mail tak usah terlalu banyak, kira-kira cukup berisi 4-5 paragraf. Kemudian dalam satu paragraf, cukup buat sekitar 2-3 kalimat.

Paragraf pengantar bisa disusun dengan menggunakan salam pembuka, penjelasan sumber informasi lowongan kerja, pengenalan identitas singkat, dan penjelasan ketertarikan untuk melamar kerja.

Selanjutnya, pada paragraf isi bisa disusun dari menerangkan pengalaman kerja secara singkat, berikut kesesuaiannya dengan posisi pekerjaan yang hendak dilamar.

Terakhir, paragraf penutup pada badan e-mail dapat diisi dengan informasi kontak pelamar dan salam penutup yang memuat harapan atas proses lamaran kerja. Perlu diingat pula, pastikan semua kalimat dalam paragraf disusun memakai bahasa formal.

3. Footer e-mail

Footer e-mail merupakan bagian paling bawah dari sebuah e-mail yang biasanya berisi lampiran berkas syarat lamaran kerja. Berkas syarat lamaran kerja biasanya berbeda-beda tergantung dari yang diminta perusahaan.

Berkas yang umum diminta adalah surat lamaran kerja (motivation letter) dan riwayat hidup (CV). Selain itu, tak menutup kemungkinan perusahaan bakal meminta salinan kartu identitas, sertifikat pengalaman kerja, pas foto, dan sebagainya.

Umumnya, berkas syarat lamaran kerja dilampirkan ke e-mail dengan format PDF. Bila berkas berupa foto, biasanya bakal diminta berformat JPG. Kemudian, beberapa perusahaan kadang meminta ukuran file berkas tak lebih dari 1 Mb.

Demikian sekiranya penjelasan umum soal isi e-mail lamaran kerja. Untuk gambaran yang lebih jelas, simak contoh lamaran kerja via e-mail di bawah ini.

Baca juga: 15 Link Download Template CV Gratis dengan Format PSD, DOC, dan Illustrator

Contoh lamaran kerja via e-mail

1. Contoh lamaran kerja via e-mail dalam bahasa Indonesia

To: HRD@PerusahaanX
Cc : Owner1@PerusahaanX, Owner2@PerusahaanX
Subject: (Nama)-Content Writer

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.