Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kanye West Akuisisi Parler, Medsos Para Pendukung Donald Trump

Kompas.com - 18/10/2022, 20:00 WIB
Lely Maulida,
Wahyunanda Kusuma Pertiwi

Tim Redaksi

Sumber The Verge

KOMPAS.com - Kanye West, musisi dan rapper kenamaan asal AS dilaporkan membeli aplikasi media sosial (medsos) Parler.

Akuisisi Parler diumumkan langsung oleh perusahaan dengan kesepakatan transaksi yang ditargetkan rampung akhir tahun ini. Sayangnya, kedua pihak tidak mengungkapkan nilai akuisisi Parler.

Secara global, media sosial Parler memang tidak populer. Nama medsos ini mencuat awal tahun 2021, setelah tragedi kerusuhan di Capitol Hill Januari 2021 lalu yang menelan korban jiwa.

Aplikasi Parler diklaim sebagai platform "kebebasan berbicara" dan menjadi alternatif Twitter. Platform ini digunakan oleh para konservatif dan ekstrimis sayap kanan pendukung mantan Presiden AS, Donald Trump.

"Di dunia di mana opini konservatif dianggap kontroversial, kami harus memastikan bahwa kami memiliki hak untuk mengekspresikan diri secara bebas," kata Ye - panggilan Kanye West, dalam pernyataan resmi yang dikutip KompasTekno dari The Verge, Selasa (18/10/2022).

Baca juga: Google, Apple, dan Amazon Hapus Aplikasi Pendukung Trump

Menurut Parlement Technologies, perusahaan induk Parler, akuisisi yang dilakukan West akan membantu perusahaan membuat ekosistem yang menerima semua suara/pendapat.

CEO Parlement, George Farmer dalam pernyataannya juga berkata bahwa kesepakatan akuisisi ini akan "mengubah dunia dan mengubah cara berpikir orang-orang tentang kebebasan berbicara".

"Ye membuat terobosan ruang media dengan kebebasan berbicara dan tidak perlu khawatir diungkapkan di media sosial lagi. Ye membuktikan bahwa dia selangkah lebih maju dari narasi media warisan," kata Farmer dalam pernyataan resmi.

Secara tampilan, Parler sekilas mirip dengan platform mikroblogging Twitter. Di laman profil, terdapat foto profil yang dibingkai lingkaran, kemudian di atasnya terdapat header mirip blog.

Kendati demikian, menu-menu yang tersedia berbeda dengan Twitter. Alih-alih menu "tweet", "tweet & replies", dan "like", Parler memiliki menu "All Parleys" yang menampilkan semua postingan, serta menu "media". Aplikasi ini juga memiliki menu lain di feed, yakni "hide echoes" dan "subscription".

Tangkapan layar tampilan antarmuka aplikasi Parler di Play Store.Parler via Play Store Tangkapan layar tampilan antarmuka aplikasi Parler di Play Store.

Akun Instagram dan Twitter Kanye West ditangguhkan

Akun Instagram dan Twitter Kanye West sudah lebih dari seminggu ditangguhkan karena postingannya yang dinilai melanggar kebijakan perusahaan. Selain itu, West juga dikenal sebagai publik figur yang mendukung gerakan sayap kanan.

Beberapa latar belakang tersebut dikatakan Farmer turut memotivasi West dalam mengakuisisi Parler.

Sejak memutuskan akuisisi pada Senin (17/10), mantan suami dari Kim Kadarshian itu lantas bergabung di aplikasi Parler dan sudah memiliki 3.900 pengikut lebih.

Baca juga: Google Izinkan Aplikasi Truth Social Bikinan Trump Beredar di Play Store

Sempat ditolak Apple dan Google

Parler memulai debutnya pada tahun 2018 sebagai aplikasi alternatif Twitter dan media sosial lain. Parler sesumbar mendeskripsikan diri sebagai platform yang "mengutamakan kebebasan berbicara".

Namun, karena konsep tersebut, aplikasi ini juga memuat unggahan yang dinilai sebagai kekerasan dan perbuatan kriminal. Akibatnya, Parler sempat dihapus beberapa kali dari toko aplikasi Google Play Store dan Apple App Store pada tahun 2021, ketika dimanfaatkan oleh para pendukung mantan presiden AS, Donald Trump.

Saat itu Apple melayangkan pemberitahuan kepada Parler dan mengatakan bahwa platform mereka telah melanggar ketentuan Apple. Menurut Apple, langkah Parler untuk memoderasi atau mencegah penyebaran konten berbahaya dan ilegal tidak cukup efektif.

Nyatanya, Apple tetap menemukan banyak konten berisi ancaman kekerasan dan hasutan perbuatan ilegal.

Aplikasi pendukung Donald Trump, parler yang dihapus dari Google, Apple, dan Amazon karena memuat ancaman kekerasan setelah kerusuhan di gedung Capitol 6 Januari lalu.OLIVIER DOULIERY Aplikasi pendukung Donald Trump, parler yang dihapus dari Google, Apple, dan Amazon karena memuat ancaman kekerasan setelah kerusuhan di gedung Capitol 6 Januari lalu.

Alasan yang sama juga dikemukakan Google ketika menghapus Parler di Play Store. Namun, langkah Google ini masih bisa diakali karena pengguna Android masih bisa mengunduh Parler lewat toko aplikasi ketiga.

Selain di kedua toko aplikasi tersebut, Parler juga dihapus dari Amazon Web Service dengan alasan yang sama.

Parler kemudian diizinkan lagi tersedia di toko aplikasi, setelah perusahaan berjanji mengaktifkan alat moderasi konten dan memuat konten yang lebih sopan. Berdasarkan pantauan KompasTekno, aplikasi Parler kini sudah tersedia di Play Store dan App Store.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Sumber The Verge
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

HP Vivo T3X 5G Meluncur dengan Snapdragon 6 Gen 1 dan Baterai Jumbo

HP Vivo T3X 5G Meluncur dengan Snapdragon 6 Gen 1 dan Baterai Jumbo

Gadget
Siap-siap, Pengguna Baru X Twitter Bakal Wajib Bayar Buat 'Ngetwit'

Siap-siap, Pengguna Baru X Twitter Bakal Wajib Bayar Buat "Ngetwit"

Software
Daftar Paket Internet eSIM Telkomsel, PraBayar, Roaming, Tourist

Daftar Paket Internet eSIM Telkomsel, PraBayar, Roaming, Tourist

e-Business
8 Cara Mengatasi Kode QR Tidak Valid di WhatsApp atau “No Valid QR Code Detected”

8 Cara Mengatasi Kode QR Tidak Valid di WhatsApp atau “No Valid QR Code Detected”

e-Business
Ramadhan dan Idul Fitri 2024, Trafik Internet Telkomsel Naik 12 Persen

Ramadhan dan Idul Fitri 2024, Trafik Internet Telkomsel Naik 12 Persen

Internet
Tampilan Baru WhatsApp Punya 3 Tab Baru, “Semua”, “Belum Dibaca”, dan “Grup”, Apa Fungsinya?

Tampilan Baru WhatsApp Punya 3 Tab Baru, “Semua”, “Belum Dibaca”, dan “Grup”, Apa Fungsinya?

Software
HMD Perkenalkan Boring Phone, HP yang Dirancang 'Membosankan'

HMD Perkenalkan Boring Phone, HP yang Dirancang "Membosankan"

Gadget
7 HP Kamera Boba Mirip iPhone Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya

7 HP Kamera Boba Mirip iPhone Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya

Gadget
Motorola Edge 50 Ultra dan 50 Fusion Meluncur, Harga mulai Rp 6 Jutaan

Motorola Edge 50 Ultra dan 50 Fusion Meluncur, Harga mulai Rp 6 Jutaan

Gadget
Apple Investasi Rp 255 Triliun di Vietnam, di Indonesia Hanya Rp 1,6 Triliun

Apple Investasi Rp 255 Triliun di Vietnam, di Indonesia Hanya Rp 1,6 Triliun

e-Business
Ketika Sampah Antariksa NASA Jatuh ke Bumi Menimpa Atap Warga

Ketika Sampah Antariksa NASA Jatuh ke Bumi Menimpa Atap Warga

Internet
CEO Apple Bertemu Presiden Terpilih Prabowo Subianto Bahas Kolaborasi

CEO Apple Bertemu Presiden Terpilih Prabowo Subianto Bahas Kolaborasi

e-Business
'Fanboy' Harap Bersabar, Apple Store di Indonesia Masih Sebatas Janji

"Fanboy" Harap Bersabar, Apple Store di Indonesia Masih Sebatas Janji

e-Business
WhatsApp Rilis Filter Chat, Bisa Sortir Pesan yang Belum Dibaca

WhatsApp Rilis Filter Chat, Bisa Sortir Pesan yang Belum Dibaca

Software
Steam Gelar 'FPS Fest', Diskon Game Tembak-menembak 95 Persen

Steam Gelar "FPS Fest", Diskon Game Tembak-menembak 95 Persen

Game
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com