BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan Blackshark

Mobile Game Makin Berkembang, Ini Deretan Inovasi Milik Smartphone Gaming

Kompas.com - 30/10/2020, 10:14 WIB
Ilustrasi bermain mobile game dengan smartphone Dok.SHUTTERSTOCK/aslysunIlustrasi bermain mobile game dengan smartphone

KOMPAS.com – Sebelas tahun lalu, tepatnya 2009, game Angry Birds pertama kali dirilis. Game asal Finlandia besutan Rovio ini memegang peran penting dalam perkembangan mobile gaming.

Pasalnya, kehadiran Angry Birds sebagai game yang bisa dimainkan di perangkat smartphone menjadi cikal bakal mobile game. Meskipun permainannya tergolong mudah, Angry Birds sangat digemari, bahkan telah diunduh lebih dari 100 juta kali di Play Store hingga saat ini.

Tiga tahun berselang, Candy Crush menuai antusiasme yang sama. Pada 2012, game bergenre “casual” ini pun diminati pengguna smartphone.

Diberitakan Kompas.com, Selasa (31/12/2019), di tahun-tahun itu, tren game offline mulai bergeser ke fase game yang dapat dimainkan bersama dengan pemain lain secara online. Clash of Clans (CoC) menjadi salah satu game yang mengenalkan cara bermain tersebut.

Kemudian, pada 2016, Pokemon Go muncul dengan mengusung teknologi augmented reality (AR) dan membuat heboh dunia mobile game.

Dengan memanfaatkan teknologi AR, Pokemon Go berhasil membawa pemain game bersusah payah pergi ke luar ruangan untuk berburu Pokemon yang “bersembunyi” di dunia nyata.

Memasuki 2016, perkembangan mobile game semakin melaju pesat. Genre game yang tadinya hanya bisa dimainkan lewat komputer (PC) mulai memasuki dunia mobile gaming.

Misalnya, genre multiplayer online battle arena (MOBA). Dulu, genre game ini diasosiasikan dengan game PC. Kini, genre game ini sudah masuk di pasar smartphone dan populer di kalangan mobile gamer. Contoh game-game ini antara lain Mobile Legends dan Arena of Valor (AoV).

Masih mengutip artikel yang sama, genre battle royale yang memadukan elemen eksplorasi dan bertahan hidup serta dimainkan secara online juga turut masuk pasar mobile game. Bahkan, game dari genre ini, seperti Free Fire, PUBG Mobile, dan Fortnite mampu merajai pangsa mobile gaming.

Sayangnya, game-game tersebut membutuhkan smartphone berspesifikasi tinggi agar bisa berjalan dengan baik. Selain kapasitas RAM besar, jenis game ini juga membutuhkan layar beresolusi tinggi, sistem pendingin, hingga chipset mumpuni.

Melihat hal tersebut, berbagai produsen smartphone mendesain smartphone khusus gaming yang dapat memenuhi kebutuhan pada mobile gamer. Tak tanggung-tanggung, para produsen smartphone itu pun menciptakan berbagai inovasi smartphone gaming terbaru.

Contohnya, yang dilakukan Black Shark, perusahaan teknologi game asal China. Sejak berdiri pada 2017, perusahaan ini telah meluncurkan beberapa seri ponsel gaming.

Pada 2020, Black Shark meluncurkan seri ponsel terbarunya, yakni Black Shark 3 yang telah resmi masuk ke Indonesia beberapa waktu lalu. Sebagai ponsel gaming teranyar, Black Shark 3 dibekali dengan inovasi terkini di berbagai aspek.

Teknologi layar dan desain ramah gamer

Black Shark 3 memiliki layar AMOLED 6,67 inci dengan TrueView Display, master touch 3.0, refresh rate 90 Hz dengan teknologi Motion Estimation, Motion Compensation (MEMC), dan touch response rate 270 Hz yang dapat menerima respons sentuhan hanya dalam waktu 24 milisekon (ms).

Diberitakan Kompas.com, Sabtu (3/10/2020), teknologi MEMC memungkinkan konten video yang ditampilkan berjalan lebih mulus berkat teknik penambahan frame rate (fps).

Kemudian, ada teknologi master touch 3.0 yang dapat mengubah dua titik di kanan dan kiri layar menjadi tombol trigger. Ketika disentuh, tombol menghasilkan feedback berupa getaran halus. Teknologi ini juga membuat layar Black Shark 3 dapat lebih akurat mengenali sentuhan pada seluruh permukaan layar.

Ilustrasi bermain mobile game dengan smartphone Dok.SHUTTERSTOCK/Shift Drive Ilustrasi bermain mobile game dengan smartphone

Beralih ke bagian belakang, Black Shark 3 memiliki desain mirip huruf “X” dengan logo “S” di bagian tengahnya. Desain X ini menggambarkan bagian punggung ponsel yang simetris secara horizontal dan vertikal.

Selain itu, bagian punggungnya juga lebih melengkung dengan dua bentuk “berlian” di bagian atas dan bawah yang sedikit terangkat sehingga terasa nyaman dan seimbang ketika dipegang dengan kedua tangan dalam posisi horizontal.

Software dan performa unggulan

Untuk software-nya, smartphone ini menggunakan sistem operasi (OS) berbasis Android 10 dengan antarmuka Joyui 11. OS ini akan memberikan pengalaman bermain game lebih komprehensif dengan dukungan Shark Space 3.0 dan Shark Arsenal.

Soal performa, Black Shark 3 dibekali chip kelas atas Qualcomm Snapdragon 865 dengan RAM LPDDR5 hingga 12 GB dan memori internal UFS 3.0 hingga 256 GB. Tak ketinggalan, ponsel ini sudah didukung dengan konektivitas 5G.

Smartphone ini juga dilengkapi dengan sistem pendingin “sandwich”, berupa dua buah pipa berisi cairan pendingin yang menutup dua sisi ponsel dan bersentuhan langsung dengan hardware. Sistem ini mampu menyebarkan panas secara merata ke seluruh bagian ponsel sehingga efisiensi proses pendinginan meningkat hingga 50 persen.

Dengan begitu, Black Shark 3 bisa menjalankan berbagai game “berat” dengan lancar tanpa perlu khawatir ponsel akan mengalami overheat.

Performa Black Shark 3 itu ditopang baterai 4.720 mAh dengan kabel USB Type-C yang mendukung proses pengisian daya cepat. Uniknya, ponsel ini memiliki modul magnetic charging di bagian belakang yang bisa dipakai sebagai alternatif mengisi daya baterai.

Kontrol game lebih mudah

Berkat penggunaan Joyui 11, Black Shark 3 memiliki berbagai fitur kontrol game, seperti Shark Space 3.0 dan Game Assistant.

Mode Shark Space 3.0 dapat diaktifkan dengan menggeser ke atas sakelar yang terletak di bagian kiri bawah ponsel. Saat mode ini aktif, ponsel akan menampilkan semua game yang terpasang sehingga pengguna lebih mudah memilihnya.

Masih diberitakan Kompas.com, melalui mode tersebut, pengguna dapat menyesuaikan beberapa pengaturan pada smartphone dalam menu Gamer Studio, seperti sensitivitas layar, performa, kecepatan layar, dan lain sebagainya.

Mode itu juga dapat mencegah panggilan masuk, SMS, dan notifikasi dari aplikasi lain yang bisa mengganggu saat bermain game.

Ada pula fitur Game Assistant yang bisa diakses dengan mengusap (swipe) layar ke bawah. Fitur ini bisa memblokir semua notifikasi, termasuk telepon dan SMS. Lewat fitur ini, pengguna juga bisa merekam momen dalam game menjadi sebuah video berdurasi 15-30 detik.

Kompatibel dengan aksesori gaming

Demi menciptakan pengalaman bermain game yang komprehensif dan menyenangkan, Black Shark memiliki berbagai perangkat atau aksesori gaming tambahan yang bisa dibeli secara terpisah. Misalnya, Black Shark Funcooler Pro, Magnetic Charging Cable, Black Shark Gamepad 3, dan Bluetooth Earphones 2.

Black Shark Funcooler Pro merupakan aksesori pendingin yang ditempelkan di bagian belakang smartphone. Aksesori ini diklaim mampu menurunkan suhu ponsel hingga 14 derajat Celcius setiap satu menit.

Selanjutnya Magnetic Charging Cable, yakni kabel pengisi daya magnet yang ditempelkan pada modul khusus di bagian punggung smartphone. Dengan menggunakan kabel ini, pengguna bisa bermain game dengan leluasa sambil mengisi daya baterai tanpa terganggu.

Sementara itu, Black Shark Gamepad 3 terdiri dari satu buah konsol eksternal yang dipasang di sebelah kiri ponsel.

Terakhir, ada Bluetooth Earphones 2, yakni earphone wireless yang dirancang khusus dengan tingkat latensi rendah sehingga nyaman digunakan ketika bermain game.

Itu dia deretan inovasi yang dimiliki Black Shark 3. Dengan seluruh keunggulan itu, smartphone ini bisa dijadikan pilihan bagi para gamer untuk mendapatkan pengalaman bermain game terbaik.

Baca tentang

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya