7 Inovasi LG yang Menjadi Tren Smartphone Masa Kini

Kompas.com - 10/04/2021, 19:28 WIB
Sisi depan LG G5 SE Oik Yusuf/ KOMPAS.comSisi depan LG G5 SE

KOMPAS.com - LG Electronics resmi mengumumkan hengkang dari bisnis smartphone pada awal April 2021. Artinya, perusahaan asal Korea Selatan tersebut tak akan membuat dan memasarkan ponsel baru di masa mendatang.

Kepergian LG dari industri smartphone sebenarnya tak mengejutkan. Sebab, produsen pembuat ponsel G Series itu sudah merugi selama bertahun-tahun, akibat divisi smartphone yang gagal membuat produk yang diminati konsumen.

Meski demikian, ada banyak fitur atau teknologi smartphone yang pertama kali dikenalkan oleh LG melalui sejumlah produknya, dan memiliki pengaruh di industri smartphone, membuat tren baru dalam industri. Beberapa di antaranya masih diadopsi hingga saat ini.

Baca juga: Perjalanan Bisnis Ponsel LG, Merugi 6 Tahun hingga Akhirnya Tutup

Lantas, apa saja aneka fitur tersebut? Simak pemaparannya berikut, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari ZDNet, Sabtu (10/4/2021).

Ponsel layar sentuh pertama

LG Prada.Luxuo LG Prada.

Pada 2007 lalu, Apple meluncurkan iPhone generasi pertamanya yang dibekali dengan suatu fitur yang membuat heboh industri ponsel, yaitu fitur layar sentuh (touchscreen).

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: LG Masih Hidup Sampai Juli 2021, Ponsel Tetap Dapat Android 13

Disebut bikin heboh karena kala itu layar ponsel tidak bisa disentuh dan dibekali dengan papan ketik fisik T9 atau QWERTY sebagai sumber input teks, serta tombol navigasi fisik.

Namun, siapa sangka ternyata fitur touchscreen ternyata pertama kali dikenalkan oleh LG.

Sekitar satu tahun sebelum iPhone meluncur, perusahaan asal Korea Selatan tersebut memperkenalkan LG Prada, sebuah ponsel berukuran 3 inci (resolusi 400 x 240 piksel) yang bisa menerima input dari jari.

Meski demikian, ponsel ini tidak begitu populer lantaran dibanderol dengan harga selangit,  yaitu 849 dolar AS. Di sisi lain, iPhone dijual dengan harga termurah 499 dolar AS.

Ponsel dengan layar melengkung

Saat ini, tak sedikit produsen smartphone yang berlomba-lomba membuat ponsel yang layarnya bisa ditekuk atau dilipat. Sebut saja seperti Samsung Galaxy Fold, Huawei Mate X, atau yang terbaru ada Xiaomi Mi Mix Fold.

Nah, berbagai perangkat fleksibel ini tampaknya tak akan terwujud apabila tidak ada vendor yang mengawalinya, yaitu LG.

Pada 2014 lalu, LG meluncurkan LG G Flex, sebuah ponsel berukuran 6 inci yang dirancang dengan panel melengkung (curved) yang membentang dari dahi hingga dagu ponsel.

Desain ini bertujuan untuk mempermudah pengguna menempelkan ponsel mereka ketika sedang menelepon.

Kini, desain ponsel lipat bertujuan untuk membuat perangkat tersebut menjadi ringkas ketika dibawa-bawa, namun bisa dibentangkan ketika ingin menikmati suatu konten.

Namun tetap saja LG bisa dibilang berkontribusi terhadap bentuk layar yang tidak datar dan "gak gitu-gitu aja".

Modular smartphone

Bagian dagu di bawah alyar LG G5 SE bisa dilepas untuk mengakses baterai. Bagian modular ini juga bisa ditukar dengan aksesori lain seperti modul kamera dan audio. Oik Yusuf/ KOMPAS.com Bagian dagu di bawah alyar LG G5 SE bisa dilepas untuk mengakses baterai. Bagian modular ini juga bisa ditukar dengan aksesori lain seperti modul kamera dan audio.

Sebagian besar smartphone saat ini memiliki desain unibodi dan berbagai komponennya, seperti baterai, tidak bisa dilepas atau digonta-ganti dengan mudah.

Baca juga: Untuk Apa Layar Melengkung pada Smartphone?

Namun pada 2016 lalu, LG meluncurkan LG G5, sebuah ponsel modular yang bisa "dibongkar pasang".

Bisa dibilang demikian karena bagian dagu ponsel ini bisa dicopot dengan cara ditarik. Setelah itu, pengguna akan melihat baterai yang menopang daya ponsel tersebut.

Modul yang bisa ditarik ini juga berfungsi untuk menghubungkan aksesori lainnya dengan ponsel, seperti baterai ekstra hingga pegangan (grip) kamera.

Kendati terbilang inovatif, ponsel semacam ini ternyata kurang begitu populer di pasaran dan belum sukses memicu vendor lainnya untuk menciptakan produk serupa.

Kamera ultrawide

Perbedaan cakupan sudut pandang lensa normal (kiri) dan lensa wide pada kamera LG G5. Lensa wide tampak menghasilkan barrel distortion yang cukup besar sehingga tampilan gambar terlihat mirip dengan lensa fisheye. Oik Yusuf/ KOMPAS.com Perbedaan cakupan sudut pandang lensa normal (kiri) dan lensa wide pada kamera LG G5. Lensa wide tampak menghasilkan barrel distortion yang cukup besar sehingga tampilan gambar terlihat mirip dengan lensa fisheye.

Banyak smartphone masa kini yang menyematkan kamera berbidang pandang luas atau biasa disebut ultrawide.

Lagi-lagi, kamera dengan fungsi macam ini mungkin tak akan menjadi tren tanpa ada yang memperkenalkannya lebih dulu.

Masih soal LG G5, selain fungsi modular, ponsel ini juga dibekali dengan kamera tambahan yang memiliki fungsi ultrawide.

Fitur ini pun masih diadopsi oleh sejumlah vendor ponsel masa kini. Bahkan, sebagian besar smartphone kelas menengah, dan bahkan beberapa perangkat di kelas bawah, memiliki kamera ultrawide dengan resolusi yang beragam.

Baca juga: LG Tutup Bisnis Ponsel, Bagaimana Nasib Smartphone yang Ada di Pasar?

Selain kamera belakang, LG juga merupakan produsen ponsel yang pertama kali memperkenalkan kamera selfie ganda di sebuah smartphone lewat LG V10 pada 2015 lalu, di mana salah satunya memiliki fungsi ultrawide.

Adapun tujuan utama kamera ultrawide memungkinkan pengguna mengambil foto dengan sudut pandang yang lebih luas tanpa harus repot-repot mundur ke belakang.

Audio mumpuni di ponsel

Beginilah rupa antarmuka LG V20 ketika dinyalakan. Layar kedua terdapat di sisi kanan atas layar utama dan bersisi aneka macam tombol shortcut fungsi serta aplikasi.Oik Yusuf/ KOMPAS.com Beginilah rupa antarmuka LG V20 ketika dinyalakan. Layar kedua terdapat di sisi kanan atas layar utama dan bersisi aneka macam tombol shortcut fungsi serta aplikasi.

Tiap smartphone pastinya dibekali dengan speaker. Nah, modul yang bisa mengeluarkan suara ini biasanya dibekali dengan teknologi atau software yang membuat kualitasnya bagus dan enak didengar.

Pada 2016 lalu, LG memperkenalkan LG V20, sebuah ponsel yang dibekali dengan fitur audio mumpuni yang dijuluki Quad-DAC.

Fitur audio ini menjadi yang pertama disematkan di suatu smartphone dan konon banyak yang terkesima dengan kualitas suara yang dihasilkan ponsel tersebut.

Kini, tak sedikit produsen ponsel yang menyematkan fitur audio mumpuni, sebut saja teknologi audio Harman Kardon di Mi 11 atau Dolby Atmos di sejumlah smartphone Samsung.

Ponsel layar ganda

Ilustrasi LG V50 ThinQ dengan secondary caseMashable Ilustrasi LG V50 ThinQ dengan secondary case

Tanda-tanda bisnis smartphone LG merugi sudah muncul pada 2019. Namun, mereka tampaknya belum menyerah dan justru menghadirkan inovasi baru, yaitu ponsel layar ganda.

Di tahun tersebut, LG meluncurkan LG V50 ThinQ dan G8X ThinQ, dua ponsel yang memiliki layar sekunder.

Namun, alih-alih terintegrasi dengan layar utama, layar ekstra ini merupakan sebuah aksesori yang mirip pembungkus ponsel yang dinamai LG Dual Screen.

Seperti namanya, aksesori ini memungkinkan pengguna memperluas bidang layar utamanya ke layar kedua melalui port USB tipe-C untuk berbagai keperluan, seperti multitasking, gaming, dan lain sebagainya.

Secara desain, LG Dual Screen sendiri mengusung panel OLED 6,8 inci dengan resolusi Full HD Plus dan engsel 360 derajat.

Karena berupa aksesori yang bisa dihubungkan, layar kedua ini juga bisa berfungsi layaknya flip cover.

Selain LG V50 ThinQ, LG Dual Screen mendukung berbagai ponsel baru LG lainnya, sepert V60 ThinQ dan Velvet. Aksesori ini juga dijual secara terpisah dengan unit pendukungnya.

Ponsel layar putar

Wujud LG Wing, smartphone dual layar dengan layar putar.Android Police Wujud LG Wing, smartphone dual layar dengan layar putar.

Seakan belum puas, satu tahun kemudian LG meluncurkan sebuah ponsel yang benar-benar memiliki dua layar tanpa LG Dual Screen. Ponsel "radikal" ini dinamai dengan LG Wing.

Ponsel ini memiliki dua layar, di mana salah satunya bisa diputar hingga 90 derajat. Dalam basic mode atau posisi layar sekunder tidak diputar, LG Wing akan tampak seperti smartphone pada umumnya, hanya saja lebih tebal dari smartphone lain.

Baca juga: LG Pamer Ponsel Dengan Layar Gulung, Begini Bentuknya

Layar utama berukuran lebih besar yakni 6,8 inci dengan resolusi Full HD Plus (2.460 x 1.080 piksel). Jenis panel yang digunakan adalah P-OLED dengan rasio aspek 20,5:9.

Sementara layar kedua yang bisa diputar berdiagonal 3,9 inci dengan panel jenis OLED. Bagian punggung layar utama dilapisi bahan thermoplastic yang disebut bisa melindungi bagian layar dalam dari goresan.

Beberapa peredam hidrolik turut digunakan untuk mengurangi tekanan pada saat layar sekunder diputar ke atas membentuk huruf "T" dan terkesan seperti "sayap", seperti nama perangkatnya.

Nah, dengan mundurnya LG dari bisnis smartphone, pengguna dipastikan tak akan lagi mendengar sejumlah produk teranyar dari perusahaan tersebut, begitu juga berbagai inovasi yang disebutkan di atas.

Selamat tinggal, LG!



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X