Kompas.com - 05/05/2021, 13:18 WIB
Foto tertanggal 15 Mei 2019 menampilkan salah satu pendiri Alibaba, Jack Ma, menghadiri acara Tech for Good di Paris, Perancis. AP PHOTO/THIBAULT CAMUSFoto tertanggal 15 Mei 2019 menampilkan salah satu pendiri Alibaba, Jack Ma, menghadiri acara Tech for Good di Paris, Perancis.

KOMPAS.com - Pemerintah China belakangan memperketat pengawasan terhadap perusahaan teknologi raksasa di dalam negerinya dengan aturan anti-monopoli baru. Perusahaan fintech milik miliarder Jack Ma, Ant Group Co., jadi salah satu perusahaan yang jadi target.

Bahkan, Regulator Keuangan China sampai memaksa perusahaan afiliasi Alibaba ini untuk merombak bisnisnya, pada akhir Desember 2020 lalu. Akibatnya, valuasi Ant Group harus anjlok.

Hal ini terungkap dari dokumen pengajuan peraturan yang disampaikan oleh manajer aset AS Fidelity Investments, yang juga merupakan salah satu investor besar di belakang Ant Group.

Dalam dokumen tersebut, Fidelity Investments menilai valuasi Ant Group turun hampir 50 persen, yakni di angka 144 miliar dollar AS (sekitar Rp 2.076 triliun) pada akhir Februari 2021.

Padahal pada Agustus 2020, valuasi perusahaan fintech milik Jack Ma itu masih bernilai 295 miliar dollar AS atau setara dengan Rp 4.253 triliun.

Baca juga: Jack Ma Terancam Ditendang dari Perusahaan Miliknya Sendiri

Baik Ant Group maupun Fidelity Investments belum memberikan komentar terkait anjloknya valuasi perusahaan fintech milik Jack Ma tersebut, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Reuters, Rabu (5/5/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

IPO gagal, bisnis dirombak

Ilustrasi Alipay.SHUTTERSTOCK/TY Lim Ilustrasi Alipay.
Ant Group kini memang tengah mendapat tekanan dari pemerintah China. Tekanan ini berawal dari komentar pedas Jack Ma terhadap pemerintah China.

Orang terkaya kedua di China versi Bloomberg itu mengatakan sistem regulasi di China menghambat inovasi dan harus direformasi untuk mendorong pertumbuhan.

Pernyataan itu diucapkan Ma dalam sebuah acara di Shanghai 24 Oktober 2020 lalu yang dihadiri oleh regulator dan politisi China.

Pada November 2020, Ant Group dijadwalkan untuk melantai di bursa saham Shanghai pada November 2020.

Halaman:


Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.