IDC: Geser Samsung, Oppo Vendor Ponsel Nomor Satu di Indonesia

Kompas.com - 20/09/2022, 09:02 WIB

KOMPAS.com - Oppo kembali menguasai pasar ponsel Indonesia setelah bersaing dengan Samsung pada kuartal pertama tahun ini.

Menurut laporan firma riset International Data Corporation (IDC), Oppo menempati urutan teratas dari daftar 5 vendor terbesar di Indonesia pada kuartal II-2022 dengan pangsa pasar 20,6 persen.

Pencapaian Oppo pada kuartal tersebut membuat merek ini melampaui empat vendor lainnya termasuk Samsung serta Xiaomi.

Baca juga: Sejarah Oppo, Berawal dari Perusahaan Blu-ray Disc Player

Dalam laporan pasar smartphone Indonesia kuartal II-2022 yang dirilis IDC, 5 besar vendor ponsel di Indonesia pada kuartal II-2022 secara berturut-turut adalah:

Vendor Pengiriman (juta unit) Pangsa pasar
Oppo 2,0 20,6 %
Samsung 1,9 20,2 %
Vivo 1,7 17,8%
Xiaomi 1,5 15,6%
Realme 1,2 12,1%
Lain-lain 1,3 13,7%

 

Oppo

Oppo kembali menguasai pasar ponsel Indonesia dan menjadi vendor teratas pada kuartal II-2022 dengan jumlah pengiriman ponsel 2 juta unit, dan pangsa pasar 20,6 persen.

Menurut IDC, pencapaian ini berasal dari performa smartphone Oppo kelas menengah yang berkontribusi hingga 46,9 persen dari total pengiriman perusahaan. Bila dibandingkan dengan kuartal I-2022, ponsel segmen tersebut hanya berkontribusi sekitar 18,1 persen.

Adapun seri ponsel yang berperan dalam menggenjot performa pengiriman perusahaan yaitu Oppo A96 dan Reno7. Secara khusus berkat Reno7, pangsa pasar Oppo dalam kategori 5G juga naik signifikan. Sayangnya IDC tak merinci persentasenya.

Samsung

Samsung sempat merajai pasar ponsel Indonesia pada kuartal I-2022, namun kini turun ke posisi kedua dengan total perangkat yang dikirimkan mencapai 1,9 juta unit dan pangsa pasar 20,2 persen.

Baca juga: Samsung Galaxy A04s Resmi Masuk Indonesia, Kamera 50 MP Harga Rp 2 Jutaan

Menurut IDC, pada kuartal II-2022 Samsung meningkatkan pengiriman ponsel kelas menengah melalui lini seri Galaxy A maupun Galaxy M dengan peningkatan menjadi 23,2 persen dibanding kuartal yang sama pada tahun sebelumnya.

Kedua seri tersebut juga dirilis dengan dukungan 5G sehingga membuat Samsung unggul pada segmen ponsel 5G.

Vivo

Vivo masih mempertahankan posisinya yang ketiga dari daftar 5 vendor teratas di Indonesia versi IDC. Pada kuartal ini, Vivo mengirimkan total 1,7 juta unit perangkat dengan pangsa pasar 17,8 persen.

Menurut IDC, kinerja Vivo pada kuartal ini didukung oleh performa model Y15s dan Y21 yang kuat. Selain itu, Vivo juga meluncurkan Y01 sebagai ponsel ultra low-end sebagai opsi ponsel murah di Indonesia, menggantikan Y1s.

Adapun pada segmen ponsel 5G, pengiriman merek Vivo naik signifikan berkat Vivo T1 5G dan T1 Pro yang rilis pada April lalu.

Baca juga: Tabel Spesifikasi dan Harga Vivo V25 Pro di Indonesia

Xiaomi

Xiaomi juga bertahan pada posisi keempat pada kuartal II-2022 dengan mengirimkan 1,5 juta unit perangkat dengan raihan pangsa pasar 15,6 persen.

Menurut IDC, performa Xiaomi ditopang oleh Redmi 10A dan 10C pada segmen ponsel low-end serta Xiaomi 12 dan 12 Pro pada segmen ponsel flagship.

Namun kinerja Xiaomi pada segmen 5G menurun karena perusahaan dinilai fokus menyegarkan model ponsel 4G segmen low-end.

Realme

Realme berada pada posisi kelima pada kuartal II-2022 dengan total pengiriman 1,2 juta unit, dan pangsa pasar 12,1 persen.

Baca juga: 5 Besar Merek Smartphone di Indonesia, Induk Infinix Masuk Realme Terdepak

Menurut IDC, performa Realme pada kuartal ini didukung oleh seri Realme C35, C31 dan model C lainnya.

Selain itu, ponsel Realme di kelas menengah juga tumbuh signifikan berkat realme 9, Narzo 50, dan GT Neo 3T.

Sementara pada kelas menengah ke atas, Realme GT Neo 3 berkontribusi pada pengiriman perusahaan. Adapun pada segmen 5G, realme disebut tumbuh signifikan berkat model GT Neo3, GT Neo 3T, dan Narzo 50 5G.

Pasar ponsel Indonesia turun 10 persen

Berdasarkan laporan IDC, pasar ponsel Indonesia turun 10 persen dibanding kuartal yang sama pada tahun lalu (YoY). Bila dikalkulasikan, performa pasar ponsel pada paruh pertama tahun 2022 (13,7 persen) juga tercatat lebih dibanding tahun sebelumnya.

Pada periode ini pasar dimeriahkan oleh momen Ramadan yang biasanya diramaikan oleh permintaan yang kuat.

Sayangnya permintaan konsumen pada momen tersebut justru melambat ditaksir karena konsumen mengurangi anggaran belanja gadget dan mengalihkannya ke produk lain seperti makanan dan transportasi.

Baca juga: Cara Vendor Ponsel Indonesia Bertahan di Tengah Gempuran Merek China

"Pada kuartal II-2022, pemerintah mencabut pembatasan Covid-19 yang memungkinkan orang pulang kampung untuk pertama kalinya dalam dua tahun," kata Vanessa Aurelia, Associate Market Analyst, IDC Indonesia dikutip KompasTekno dari situs IDC, Selasa (20/9/2022).

"Karena biaya perjalanan meningkat, orang menghabiskan lebih sedikit (uang) untuk gadget dibanding tahun lalu," imbuh Vanessa.

Pada paruh kedua 2022, IDC menaksir pasar ponsel akan stabil mengingat faktor ekonomi makro seperti inflasi, kenaikan suku bunga dan kenaikan bahan bakar terus memangkas anggaran belanja konsumen.

Untuk itu, firma riset ini mengestimasi pengiriman ponsel di paruh kedua 2022 akan menurun.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber IDC


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.