Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Menghilangkan Tampilan Saluran di WhatsApp yang Mengganggu

Kompas.com - Diperbarui 09/10/2023, 07:47 WIB
Zulfikar Hardiansyah

Penulis

KOMPAS.com - Tampilan dari fitur channel atau saluran WhatsApp (WA) untuk sebagian pengguna mungkin bisa cukup mengganggu. Jika terganggu, pengguna kiranya butuh untuk mengetahui cara menghilangkan tampilan saluran di WhatsApp.

Sebagai informasi, fitur saluran atau channel WhatsApp adalah fitur baru yang letaknya ada di menu pembaruan WhatsApp. Menu pembaruan WhatsApp itu juga merupakan menu baru, pengganti menu status yang biasa memuat daftar status WA.

Baca juga: Daftar HP Android dan iPhone yang Tidak Bisa Pakai WhatsApp per 24 Oktober

Daftar status WA kini diletakkan dalam menu pembaruan WhatsApp yang bergabung dengan daftar channel. Jadi, di menu pembaruan WhatsApp, pengguna bakal menjumpai daftar status sekaligus daftar saluran. Tampilannya bisa dilihat pada gambar di bawah ini.

Tampilan daftar saluran yang bergabung dengan daftar status dalam menu pembaruan WhatsApp.KOMPAS.com/Zulfikar Hardiansyah Tampilan daftar saluran yang bergabung dengan daftar status dalam menu pembaruan WhatsApp.

Dengan tampilan seperti pada gambar di atas, pengguna mungkin bakal terganggu. Pasalnya, halaman menu pembaruan WhatsApp bisa penuh dengan pesan dari akun saluran atau akun channel.

Kemudian, tampilan daftar status WA bisa menjadi kurang lega karena dipenuhi akun channel. Dengan demikian, pengguna yang cuma ingin melihat status WA mungkin bakal terganggu dengan keberadaan daftar saluran dan isi pesannya.

Jika terganggu, salah satu solusi yang bisa dilakukan adalah dengan menghilangkan saluran di WhatsApp. Pengguna sejatinya bisa menghapus channel WhatsApp untuk membuat tampilan daftar status WA kembali seperti sediakala.

Lantas, bagaimana cara menghilangkan tampilan saluran di WhatsApp? Cara menghapus saluran di status WA supaya tampilannya jadi lebih lega itu cukup mudah. Untuk lebih lengkapnya, berikut adalah cara menghilangkan tampilan saluran di WhatsApp.

Cara menghilangkan tampilan saluran di WhatsApp

Cara menghilangkan tampilan saluran di WhatsApp pada dasarnya bisa dilakukan dengan unfollow semua akun channel yang telah diikuti. Adapun penjelasan cara menghilangkan tampilan saluran di WhatsApp adalah sebagai berikut:

  • Klik menu pembaruan WhatsApp.
  • Jika sebelumnya telah mengikuti (follow) akun saluran WhatsApp maka bakal muncul kolom daftar channel yang berada tepat di bawah daftar status pada menu pembaruan WhatsApp.
  • Pada daftar channel yang diikuti, klik dan buka ruang obrolan akun saluran yang hendak dihapus.
  • Pada ruang obrolan akun saluran itu, klik ikon titik tiga dan pilih opsi “Batal Mengikuti”.
  • Setelah klik opsi tersebut atau di-unfollow, akun saluran bakal terhapus dari daftar saluran dan pengguna tak bakal mendapat kiriman informasi atau pesan lagi darinya.
  • Kemudian ketika semua akun saluran sudah di-unfollow, tampilan daftar status WA bakal bisa dilihat dengan lebih lega lagi.

Ilustrasi cara menghilangkan tampilan saluran di WhatsApp dengan unfollow semua akun channel.KOMPAS.com/Zulfikar Hardiansyah Ilustrasi cara menghilangkan tampilan saluran di WhatsApp dengan unfollow semua akun channel.

Cukup mudah bukan cara menghapus saluran di status WA? Dengan cara di atas, pengguna tak akan terganggu lagi dengan tampilan saluran di WhatsApp. Pengguna jadi bisa melihat daftar status WA dengan tampilan yang lebih lega.

Demikianlah penjelasan lengkap mengenai cara menghilangkan tampilan saluran di WhatsApp yang mungkin dirasa cukup mengganggu.

Sebagai informasi tambahan, tidak semua pengguna mungkin telah mengerti mengenai fitur saluran WhatsApp atau channel WhatsApp ini. Jika tertarik untuk mengetahui lebih lanjut, berikut adalah penjelasan mengenai apa itu saluran WhatsApp.

Baca juga: 6 Cara Mengetahui Nomor WhatsApp Kita Diblokir Seseorang dengan Mudah

Fitur channel WhatsApp

Saluran WhatsApp atau channel WhatsApp merupakan fitur baru yang memungkinkan pengguna untuk mengikuti atau follow kanal informasi dari akun terverifikasi bercentang hijau dari berbagai wilayah.

Di Indonesia, contoh akun terverifikasi yang memiliki kanal informasi di WhatsApp antara lain, seperti BMKG, Kominfo, Kemenkes, Kemendikbud, Kemendag, OJK, Bawaslu, dan masih banyak lagi.

Dengan fitur saluran WhatsApp, pengguna dapat mengikuti akun channel dari lembaga atau instansi terkait untuk mendapatkan pesan atau informasi terbaru. Admin kanal bakal mengirimkan informasi terbaru di WhatsApp pengguna yang bersifat satu arah.

Dengan kata lain, pengguna tidak dapat membalas pesan atau informasi yang dibagikan oleh admin kanal. Di ruang obrolan kanal, pengguna hanya bisa berinteraksi dengan memberikan reaksi berupa emoji atas informasi yang dibagikan admin.

Secara pengoperasian, fitur saluran WhatsApp bisa dibilang mirip dengan fitur channel di DM Instagram ataupun Telegram. Jadi, admin kanal bisa membagikan informasi, tetapi pengguna tak bisa membalasnya dengan chat.

Channel-channel yang telah diikuti pengguna tidak akan diletakkan pada daftar obrolan. Akun channel atau saluran yang telah diikuti bakal bertempat semua di menu pembaruan WhatsApp bergabung dengan status.

Di menu pembaruan WhatsApp, pengguna dapat memperoleh notifikasi informasi atau pesan terbaru dari tiap akun saluran yang diikuti. Namun, untuk diketahui, saluran WhatsApp diatur secara default (bawaan) untuk tidak memunculkan notifikasi.

Notifikasi pesan saluran hanya dapat muncul atas seizin pengguna. Jadi, jika pengguna mengizinkannya, notifikasi pesan dari akun saluran baru muncul. Fitur saluran WhatsApp dirancang untuk tidak mengganggu pengguna.

Pesan atau informasi dari saluran WhatsApp hanya tersimpan selama 30 hari terakhir. Jadi, pesan dari saluran Whatsapp yang sudah tersimpan lebih dari rentang waktu tersebut bakal otomatis dihapus dan tak bisa diakses lagi, sehingga tak memenuhi penyimpanan.

Di menu pembaruan WhatsApp yang menggantikan menu “status”, pengguna tak cuma bisa menerima pesan dari akun yang diikuti, tetapi juga dapat mengelola akun saluran, seperti menambahkan atau menghapusnya. Untuk menghapus, caranya seperti yang tertera di atas.

Cara menambahkan saluran WhatsApp

Lantas, bagaimana cara menambahkan saluran WhatsApp? Untuk menambahkan saluran WhatsApp, caranya cukup mudah. Adapun penjelasan cara menambahkan saluran WhatsApp adalah sebagai berikut:

  • Klik menu pembaruan WhatsApp
  • Gulir ke bawah hingga menemukan menu “Saluran”.
  • Pengguna bakal disajikan dengan rekomendasi akun saluran yang bisa diikuti.
  • Selain dari rekomendasi itu, pengguna juga bisa klik opsi “Cari Saluran” untuk menemukan sendiri akun saluran yang hendak diikuti sesuai keinginan.
  • Pada opsi “Cari Saluran”, pengguna bisa mencari akun saluran berdasarkan beberapa kategori, seperti “paling aktif”, “populer”, atau “wilayah”. Pengguna juga bisa mencari akun saluran dengan memasukkan namanya langsung.
  • Setelah menemukan channel yang sesuai keinginan, silakan klik ikon tambah dan channel bakal otomatis ditambahkan ke daftar saluran di menu pembaruan WhatsApp.

Cara menambahkan saluran WhatsApp.KOMPAS.com/Zulfikar Hardiansyah Cara menambahkan saluran WhatsApp.

Baca juga: 5 Perbedaan WhatsApp Diblokir dan Tidak Aktif yang Perlu Diketahui

Ketika berhasil ditambahkan, tampilan daftar status WA bakal otomatis berubah jadi menyamping seperti tampilan Instagram Story (Story IG). Kemudian, daftar saluran bakal terletak tepat di bawah daftar status WA yang berubah jadi horizontal itu.

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Kacamata Pintar Meta 'Ray-Ban' Sudah Bisa Dipakai Video Call WhatsApp

Kacamata Pintar Meta "Ray-Ban" Sudah Bisa Dipakai Video Call WhatsApp

Gadget
Tanggal Rilis Game terbaru Hoyoverse Bocor di App Store

Tanggal Rilis Game terbaru Hoyoverse Bocor di App Store

Game
Revisi UU Penyiaran, KPI Bisa Awasi Konten Netflix dan Layanan Sejenis

Revisi UU Penyiaran, KPI Bisa Awasi Konten Netflix dan Layanan Sejenis

e-Business
Revisi UU Penyiaran Digodok, Platform Digital Akan Diawasi KPI

Revisi UU Penyiaran Digodok, Platform Digital Akan Diawasi KPI

Internet
Arti Kata NT, Bahasa Gaul yang Sering Dipakai di Medsos dan Game

Arti Kata NT, Bahasa Gaul yang Sering Dipakai di Medsos dan Game

Internet
Profil Lee Jae-Yong, Bos Besar Samsung yang Jadi Orang Terkaya di Korea Selatan

Profil Lee Jae-Yong, Bos Besar Samsung yang Jadi Orang Terkaya di Korea Selatan

e-Business
Tablet Samsung Galaxy Tab S6 Lite 2024 Resmi di Indonesia, Ini Harganya

Tablet Samsung Galaxy Tab S6 Lite 2024 Resmi di Indonesia, Ini Harganya

Gadget
WhatsApp Dituduh Bocorkan Informasi Warga Palestina ke Israel, Ini Faktanya

WhatsApp Dituduh Bocorkan Informasi Warga Palestina ke Israel, Ini Faktanya

Internet
Cara Mengaktifkan eSIM Telkomsel di HP Android dan iPhone

Cara Mengaktifkan eSIM Telkomsel di HP Android dan iPhone

e-Business
Razer Perkenalkan Kishi Ultra, Controller Game dengan 'Sensa HD Haptics'

Razer Perkenalkan Kishi Ultra, Controller Game dengan "Sensa HD Haptics"

Gadget
10 Cara Menghilangkan Iklan di HP Tanpa Aplikasi Tambahan, Mudah dan Praktis

10 Cara Menghilangkan Iklan di HP Tanpa Aplikasi Tambahan, Mudah dan Praktis

Gadget
Rawan Rusak, Aksesori FineWoven iPhone dan Apple Watch Dihentikan?

Rawan Rusak, Aksesori FineWoven iPhone dan Apple Watch Dihentikan?

Gadget
Fitur Penerjemah Kalimat Instan Pakai  'Circle to Search' Sudah Bisa Dicoba di Indonesia

Fitur Penerjemah Kalimat Instan Pakai "Circle to Search" Sudah Bisa Dicoba di Indonesia

Software
Triwulan I-2024, Transaksi Judi Online di Indonesia Tembus Rp 100 Triliun

Triwulan I-2024, Transaksi Judi Online di Indonesia Tembus Rp 100 Triliun

e-Business
Polres Jakarta Selatan Tangkap Mantan Atlet E-sports Terkait Kasus Narkoba

Polres Jakarta Selatan Tangkap Mantan Atlet E-sports Terkait Kasus Narkoba

Game
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com