Profil Jack Dorsey, Pendiri Twitter dan Anak Punk yang Rajin Puasa

Kompas.com - 12/04/2021, 20:14 WIB
CEO Twitter dan Square, Jack Dorsey. Tangkap layar CNBCCEO Twitter dan Square, Jack Dorsey.
Penulis Oik Yusuf
|

KOMPAS.com - Tanggal 21 Maret 2006 adalah hari bersejarah bagi Twitter dan dunia media sosial secara umum. Kala itu twit pertama diunggah. Bunyinya singkat saja, "just setting up my twttr".

Sosok di balik kata-kata tersebut adalah Jack Dorsey, pendiri Twitter yang dikenal memiliki kebiasaan agak nyentrik. Dia rajin puasa dan meditasi, suka berpuisi, serta kini memelihara janggut panjang beruban sehingga kelihatan mirip tokoh Luke Skywalker di film Star Wars.

Sebelum kaya raya karena perusahaan-perusahaan yang didirikannya, Dorsey muda adalah penggemar musik punk yang doyan menyambangi konser musik bawah tanah.

Dia tak pernah bermimpi jadi pengusaha, apalagi pimpinan salah satu media sosial paling sohor sedunia.

Baca juga: Kicauan Pertama Pendiri Twitter Laku Terjual Rp 41 Miliar

Kenal teknologi sejak dini

Jack Patrick Dorsey lahir pada 19 November 1976 di St. Louis, negara bagian Missouri, Amerika Serikat, dari pasangan Tim Dorsey dan Marcia Smith.

Seperti banyak dedengkot Silicon Valley lainnya, Dorsey sudah mengenal teknologi sejak kecil. Mulanya dia mengutak-atik radio Healthkit milik sang ayah, kemudian sibuk mengoprek komputer IBM PC Junior, hingga belajar bahasa pemrograman di Bishop DuBourg High School.

Minat Dorsey di dunia teknologi turut didukung suasana di kota St. Louis tempat tinggalnya di mana terdapat kultur hacker alias programer yang sangat aktif.

"Hacker adalah seseorang yang penasaran dengan teknologi, memperetelinya untuk mengetahui bagaimana cara kerjanya," ujar Dorsey.

Saat remaja, Dorsey terkesima dengan tantangan dalam mengkoordinasi armada kendaraan transportasi dan logistik seperti taksi serta truk delivery yang harus saling berkomunikasi secara real time sepanjang waktu.

Dia kemudian menulis software taxi dispatch untuk mempermudah proses pemesanan taksi dan pengiriman kendaraan ke pemesan. Di kemudian waktu, perangkat lunak ini menjadi inspirasinya untuk menciptakan Twitter.

Dorsey sempat berkuliah sebentar di Missouri University of Science and Technology, kemudian pindah ke New York University. Namun, seperti Bill Gates dan Mark Zuckerberg, dia drop out sebelum menyelesaikan studi dan pindah ke Oakland, California.

Baca juga: Profil Bill Gates, Pendiri Microsoft yang Putus Kuliah demi Kejar Mimpi

Dari taksi menjadi twitter

Tahun 2000, Dorsey mendirikan perusahaan untuk menawarkan perangkat lunak pengatur taksi buatannya ke pihak-pihak lain. Beberapa perusahaan taksi menggunakan software bikinan Dorsey ini selama bertahun-tahun.

Dari sofware tersebut, tercetus konsep menggabungkan jangkauan yang luas dari pengatur armada kendaraan dengan layanan pesan SMS, Dorsey membawa idenya ke Biz Stone dan Evan Williams, eksekutif dari perusahaan podcast Odeo.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X