9 Merek Ponsel Populer yang Sekarang Tinggal Nama

Kompas.com - 19/05/2021, 10:17 WIB
Ilustrasi ponsel lawas Inc.comIlustrasi ponsel lawas
|
Editor Oik Yusuf

KOMPAS.com - Dunia smartphone masa kini bisa dibilang didominasi oleh segelintir brand besar. Namun, pada masa sebelumnya di era ponsel fitur, ada beragam merek terkenal yang sempat populer di pasaran dan menjadi incaran para konsumen.

Baca juga: 5 Merek Ponsel yang Tutup Selamanya

Ada yang mencoba bangkit lagi seperti Nokia, tapi kebanyakan sudah tenggelam ditelan perkembangan zaman dan ketatnya kompetisi. Sebagian bertumbangan karena tidak mampu mengikuti laju teknologi di era smartphone yang didominasi Android dan iOS.

Siapa saja mereka? Berikut ini KompasTekno himpun beberapa di antaranya yang kini tinggal kenangan.

1. Ericsson


smartphone Ericssonexpress.co.uk smartphone Ericsson
Konsumen ponsel di era 1990-an tentu akrab dengan Ericsson. Nama perusahaan asal Swedia menjadi salah satu merek beken di masa itu bersama dengan Nokia, namun pamornya lambat laun meredup.

Memasuki abad ke-21, Ericsson kembali bangkit dengan meluncurkan ponsel pintar dengan sistem operasi Symbian, R380, tapi tak berhasil mendongkrak posisinya di pasar.

Ericsson kemudian membagi perusahaan menjadi dua divisi. Produksi dan desain ponsel dialihkan ke Sony Ericsson Mobile Communications, hasil kerja sama dengan Sony.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara, proses pengembangkan software dan hardware yang digunakan sebagai fondasi untuk membuat telepon seluler, dipindahkan ke perusahaan baru yang disebut Ericsson Mobile Platforms (EMP).

2. Sony Ericsson

smartphone Sony Ericssonexpress.co.uk smartphone Sony Ericsson

Hasil joint venture dengan Sony yang dibentuk pada 2001 ini sempat menelurkan sejumlah ponsel populer dengan aneka fitur inovatif, misalnya seri P800 yang dibekali keypad sekaligus layar sentuh dan stylus.

Lini Xperia Sony yang masih eksis sekarang dirintis di masa Sony Ericsson. Sayang, menurut keterangan di situs Ericsson, penjualan Sony Ericsson yang identik dengan logo lingkaran berwarna hijaunya itu mulai terpuruk pada 2008.

Baca juga: Sony dan Ericsson Sepakat Berpisah

Ericsson mengakui bahwa produknya tak sanggup bersaing dengan iPhone yang merupakan pendatang baru ketika itu. Kemudian, pada 2012, Sony mengakuisisi seluruh saham Ericsson di joint venture tersebut. Riwayat Sony Ericsson pun tamat.

3. Siemens

smartphone Siemens C55telegraph.co.uk smartphone Siemens C55

Perusahaan Siemens yang berasal dari Jerman sempat mencoba peruntungan di industri ponsel lewat Siemens Mobile dan berhasil eksis selama beberapa waktu, meski namanya tak sesohor Nokia atau Ericsson.

Sayangnya, kiprah Siemens tak bertahan lama. Pada tahun 2005, Siemens memutuskan untuk menjual divisi ponselnya kepada perusahaan asal Taiwan, BenQ.

4. LG

Wujud LG Wing, smartphone dual layar dengan layar putar.Android Police Wujud LG Wing, smartphone dual layar dengan layar putar.

Seperti Samsung, LG sama-sama berasal dari Korea Selatan, tapi berbeda nasib di industri ponsel. Produk-produk LG sebenarnya tergolong inovatif dan terkadang bahkan bisa dibilang berani.

Baca juga: LG Resmi Tutup Bisnis Ponselnya

Misalnya, ketika LG menelurkan produk smartphone G Flex yang berbentuk melengkung pada 2013, atau Wing yang memiliki dua layar dan bisa diputar.

Sayang, aneka terobosan itu tak kunjung berhasil mengangkat posisinya di pasaran. LG pun memutuskan untuk lempar handuk pada April 2021.

5. Nexian

smartphone Nexiantelegraph.co.uk smartphone Nexian

Nama Nexian sempat populer di Indonesia pada masa-masa awal kejayaan Android di dekade yang lalu.

Pabrikan yang merupakan brand lokal ini sempat merilis ponsel Android One pada 2015, namun setelah itu gaungnya tak terdengar lagi dan seolah lenyap dari pasaran.

Yang tersisa sekarang hanyalah sebuah website yang masih bisa diakses tapi sudah tak diperbarui lagi semenjak bertahun-tahun lalu.

6. Esia

smartphone Esia Hidayatwordpress.com smartphone Esia Hidayat

Esia sebenarnya adalah operator seluler berbasis CDMA dari Bakrie Telecom yang kemudian juga membuat ponsel. Salah satu produknya yang cukup terkenal adalah Esia Hidayah sebagai ponsel edisi Ramadhan.

Sempat populer di dekade 2000-an hingga awal 2010-an, Esia lambat laun terpuruk. Apalagi semenjak teknologi seluler Code Division Multiple Access (CDMA) ditinggalkan oleh operator-operator lain pada masa awal peralihan ke 4G.

Nama Esia kini tinggal kenangan manis bagi mereka yang dulu sempat mencicip paket telepon murahnya, sementara saham Bakrie Telecom sendiri sudah hampir 2 tahun mengalami suspensi di bursa.

7. BlackBerry

smartphone BlackberryCNET smartphone Blackberry

Merek smartphone yang dikenal dengan papan ketik QWERTY ini sebenarnya masih eksis, bahkan kabarnya akan hadir lagi dalam bentuk ponsel 5G. Tapi BlackBerry sekarang bukanlah BlackBerry yang dulu.

Sempat menjagokan sistem operasi BlackBerry OS bikinannya sendiri, perusahaan asal Kanada tersebut akhirnya menyerah dan beralih memakai Android. Namun langkah banting setir itu pun tak berhasil menyelamatkannya.

Baca juga: Ponsel BlackBerry 5G dengan Keyboard Fisik Akan Dirilis Tahun Ini

Perusahaan BlackBerry -sebelumnya Research in Motion- sudah berhenti merancang ponsel sendiri sejak 2016. Produksi smartphone bermerek BlackBerry ketika itu diserahkan ke pabrikan TCL asal China.

Belakangan, pada 2020, BlackBerry pecah kongsi dari TCL sehingga mereknya terancam lenyap. Namun, ponsel kabarnya akan tetap dihadirkan lewat kerja sama baru antara pabrikan FIH Mobile dan startup OnwardMobility asal AS.

8. Palm

Deretan PDA besutan Palm.Reddit via Techspot Deretan PDA besutan Palm.

Palm boleh dibilang adalah salah satu pelopor sekaligus nama paling mentereng di masa kejayaan perangkat Personal Digital Assistant (PDA), di peralihan dekade 1990-an ke 2000-an.

Perangkat-perangkat Palm tak ubahnya komputer mungil dengan pelengkap berupa stylus untuk melakukan input di layarnya yang berukuran besar. Seiring waktu, nama Palm mulai terpinggirkan hingga akhirnya terdepak oleh para pemain baru di industri smartphone.

Baca juga: Warisan Teknologi dari Palm untuk Smartphone Masa Kini

Palm dibeli oleh HP pada 2010, tapi produksinya langsung dihentikan setahun setelahnya. Nama Palm sempat hadir kembalilewat TCL yang membeli lisensi mereknya pada 2014, tapi gagal di pasaran.

Yang tertinggal kini hanya sistem operasinya, webOS, yang pada 2013 dijual ke LG. Bukan untuk dipakai di ponsel, melainkan TV pintar.

9. Vertu

smartphone Vertuslashgear.com smartphone Vertu

Vertu lahir sebagai merek mewah besutan Nokia pada 1998. Produk-produknya yang dihargai selangit bertabur bahan mahal, mulai dari sapuhan logam mulia, kulit buaya, hingga permata berharga. Bahkan ada layanan concierge khusus yang siap melayani kebutuhan pemiliknya.

Membidik pasaran niche berupa konsumen super kaya bukan berarti Vertu bisa selamat di industri ponsel. Perusahaan yang berbasis di Inggris itu dinyatakan bangkrut dan dilikuidasi pada 2017.

Baca juga: Sempat Bangkrut, Vertu Kembali Rilis Ponsel Seharga Mobil

Merek Vertu kemudian dibeli pengusaha asal Turki dan sempat hadir kembali pada 2018 lewat produk yang dijual di China. Semenjak itu namanya belum terdengar lagi, tapi sebuah ponsel Vertu sempat muncul di situs otoritas sertifikasi China. Mungkinkah ceritanya belum berakhir?



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X