6 Aplikasi Ini Tumbuh Pesat Selama Pandemi Covid-19

Kompas.com - 04/03/2021, 18:02 WIB
Ilustrasi aplikasi populer seperti Netflix, TikTok, Zoom, Google Meet, Google Classroom, Disney Plus. KOMPAS.com/ Galuh Putri RiyantoIlustrasi aplikasi populer seperti Netflix, TikTok, Zoom, Google Meet, Google Classroom, Disney Plus.

KOMPAS.com - Pandemi Covid-19 sudah berlangsung selama lebih kurang satu tahun, termasuk di Indonesia. Semenjak wabah dimulai, warga dunia beramai-ramai membatasi kegiatan di luar dan banyak bekerja atau sekolah dari rumah secara online.

World Economic Forum (WEF) melihat bahwa teknologi memainkan peranan penting untuk memfasilitasi aktivitas-aktivitas tersebut. Walhasil, sejumlah aplikasi produktivitas, pembelajaran, hingga hiburan dan media sosial pun menjadi makin populer di masa pandemi.

Berikut ini beberapa di antaranya, seperti dirangkum KompasTekno dari berbagai sumber, Kamis (4/3/2021).

1. Zoom

Menurut perusahaan riset data pasar dan konsumen Statista, selama pandemi salah satu yang paling diuntungkan adalah penyedia layanan video conferencing, terutama Zoom yang popularitasnya melejit.

Statista mencatat, pendapatan Zoom sepanjang tahun 2020 ini meroket hingga mencapai 2,65 miliar dollar AS (sekitar Rp 37,7 triliun). Jumlah ini naik dari tahun sebelumnya yang hanya mencapai 623 juta dollar AS (kira-kira Rp 8,88 triliun).

Baca juga: 4 Cara Mencegah Zoom Fatigue, Kelelahan Akibat Sering Video Call

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Laba bersih yang dikumpulkan Zoom juga ikut naik drastis, dari 22 juta dollar AS (sekitar Rp 313,6 miliar)menjadi 671 juta dollar AS (kira-kira Rp 9,5 triliun) di tahun 2020.

Grafik kenaikan pendapatan aplikasi Zoom.Statista Grafik kenaikan pendapatan aplikasi Zoom.

Jika dilihat sepanjang tahun 2020, Zoom telah diunduh sebanyak 477 juta kali, sebagaimana dihimpun dari situs firma riset aplikasi Apptopia

Jumlah ini menjadikan Zoom sebagai aplikasi nomor lima yang paling banyak diunduh di seluruh dunia  versi Apptopia. Selain itu, Zoom turut mencatat rekor jumlah peserta rapat harian.

"Pada bulan Maret 2020 ini, kami menjangkau lebih dari 200 juta peserta rapat harian, baik gratis maupun berbayar," tulis Eric Yuan, Pendiri Zoom melalui laman resmi Zoom tahun lalu. Pada April 2020, jumlah peserta rapat harian menjadi lebih dari 300 juta.

2. Google Meet

Pada saat awal pandemi, Google Meet dilaporkan kebanjiran unduhan. Sebagaimana dilaporkan firma riset AppBrain, pada awal Maret 2020, Google Meet telah diunduh sekitar lima juta kali.

Jumlah ini kemudian meningkat menjadi 10 juta unduhan dalam kurun waktu 20 hari setelahnya. Lalu jumlah unduhan tembus 50 juta kali pada Mei 2020.

Peningkatan jumlah unduhan ini didorong oleh pengguna yang berbondong-bondong mengunduh Meet pasca digratiskannya platform telekonferensi tersebut.

Sebelumnya, pengguna yang ingin membuat ruangan rapat virtual di Meet memang harus membayar untuk berlangganan layanan G Suite.

Baca juga: Google Meet Bisa Ganti Background Video Call, Begini Caranya

Firma riset aplikasi lainnya, Apptopia, mencatat sepanjang tahun 2020, jumlah unduhan aplikasi konferensi video milik Google itu tembus hingga 254 juta kali.

Dengan totoal unduhan tersebut, Google Meet menempati peringkat kesembilan sebagai aplikasi yang paling banyak diunduh pada 2020 versi Apptopia.

Aplikasi Google Meet jadi aplikasi paling populer nomor sembilan di dunia.Apptopia Aplikasi Google Meet jadi aplikasi paling populer nomor sembilan di dunia.

3. Google Classroom

Pada pertengahan April, 191 negara mengumumkan akan menutup sekolah dan universitas untuk menekan angka penularan Covid-19.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X