Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ini 4 Fitur Baru WhatsApp dan Cara Menggunakannya

Kompas.com - 05/08/2021, 16:11 WIB
Wahyunanda Kusuma Pertiwi,
Yudha Pratomo

Tim Redaksi

KOMPAS.com - WhatsApp terus menggulirkan fitur baru untuk meningkatkan pengalaman penggunanya. Memasuki paruh kedua 2021, sudah ada beberapa fitur baru yang resmi diluncurkan WhatsApp.

Belum lagi, masih ada beberapa bakal calon fitur baru yang kabarnya masih dalam pengembangan, atau diuji coba ke segelintir pengguna versi beta. Setidaknya, ada empat fitur baru WhatsApp yang sudah resmi bisa dicoba secara publik sejauh ini. Berikut daftarnya:

1. Keamanan biometrik WhatsApp web dan desktop

Fitur yang dirilis pada awal 2021 ini bertujuan untuk meningkatkan sistem keamanan WhatsApp dari sisi pengguna.

Sebelumnya, pengguna hanya perlu memindai QR code yang muncul di layar komputer untuk masuk ke dalam WhatsApp web atau desktop.

Setelah fitur ini bergulir, pengguna wajib memindai sidik jari atau wajah saat akan masuk dan melakukan sinkronisasi.

Setiap kalilogin ke WhatsApp versi desktop atau web melalui perangkat baru, pengguna akan diminta untuk melakukan otentikasi biometrik berupa sidik jari atau wajah melalui ponsel.

WhatsApp menambah fitur keamanan baru ketik pengguna akan menyinkronkan akun WhatsApp ke perangkat baru.WhatsApp WhatsApp menambah fitur keamanan baru ketik pengguna akan menyinkronkan akun WhatsApp ke perangkat baru.

Biometrik yang dianggap sah adalah sidik jari dan wajah yang sudah didaftarkan di ponsel masing-masing.

Baca juga: Ada Spyware Pegasus, Presiden Jokowi Diminta Tak Pakai WhatsApp

Barulah kemudian pengguna bisa memindai QR code untuk melanjutkan proses login.

Fitur ini hanya akan berfungsi di ponsel yang sudah mendukung otentikasi biometrik (iOS 14 ke atas dan sejumlah perangkat Android yang kompatibel).

WhatsApp mengeklaim, pihaknya tidak akan bisa mengakses informasi biometrik yang tersimpan di dalam ponsel pengguna.

2. Arsip versi baru

"Arsip" sebenarnya bukanlah fitur baru, tetapi WhatsApp menambahkan mekanisme baru di fitur "Arsip" untuk meningkatkan pengalaman penggunanya.

Fitur "Arsip" terbaru memungkinkan pengguna untuk menyembunyikan chat tanpa perlu memblokir kontak.

Sebagai perbandingan, di versi sebelumnya fitur "Arsip" digunakan untuk menyembunyikan chat dari beranda atau halaman utama. Namun, jika ada pesan baru muncul, chat tersebut akan terlihat kembali di beranda.

Di versi terbaru, "Arsip" memungkinkan chat tersembunyi selamanya, kendati ada pesan baru yang masuk.

Sekalipun pengguna mengirim chat baru ke kontak yang sudah diarsipkan, balasan pesan tetap akan tersembunyi di folder arsip dan tidak kembali lagi ke beranda.

Adapun cara menggunakan fitur Arsip terbaru adalah sebagai berikut:

  1. Pilih chat mana saja yang ingin disembunyikan dengan cara klik dan tahan.
  2. Lalu, klik ikon arsip yang digambarkan dengan gambar sebuah kotak dengan anak panah ke bawah. Chat tersebut akan otomatis pindah ke "Archived Chats".
  3. Tab "Arsip" yang selama ini tersembunyi, akan muncul di daftar paling atas, tepat sebelum ruang obrolan pertama.
  4. Tab tersebut turut dibubuhi angka jumlah chat yang disembunyikan di "Arsip".

Baca juga: Cara Mengubah Font WhatsApp dan Instagram Tanpa Aplikasi Tambahan

Fitur Arsip versi baru memungkinkan pengguna menyembunyikan chat yang tidak akan kembali ke beranda meskipun ada pesan baru yang masuk.Ist Fitur Arsip versi baru memungkinkan pengguna menyembunyikan chat yang tidak akan kembali ke beranda meskipun ada pesan baru yang masuk.
Pengguna bisa mengatur apakah ingin tetap mengarsipkan chat walaupun ada pesan baru, atau mengembalikannya lagi ke beranda, caranya:

  1. Buka tab "Arsip", lalu klik ikon titik tiga vertikal yang ada di pojok kanan atas.
  2. Kemudian pilih "pengaturan arsip".
  3. Jika ingin tetap menyembunyikannya, cukup geser tombol ke kanan hingga berubah menjadi warna hijau, dan ke kiri untuk sebaliknya.

3. Foto dan video sekali lihat

Fitur ini bisa dibilang mirip dengan fitur yang sudah lebih dulu hadir di pesan langsung (direct message) Instagram.

Tujuan utama fitur ini adalah untuk meminimalisasi kemungkinan foto atau video yang memuat informasi sensitif tersebar lebih luas.

File atau video yang diunggah dengan fitur "Sekali lihat" akan hilang otomatis dari ruang obrolan setelah dibuka oleh si penerima.

Setelah menghilang foto atau video tidak bisa lagi dilihat oleh penerima maupun pengirim pesan. Pesan foto atau video yang sudah dibuka akan berganti status menjadi "dibuka".

WhatsApp mengeklaim, seperti pesan lain yang melintas di platformnya, foto atau video yang dikirim dengan fitur sekali lihat juga akan dilindungi enkripsi end-to-end. Sehingga, WhatsApp maupun pihak ketiga lainnya tidak bisa melihat isi pesan.

Kendati demikian, pengirim pesan tetap perlu waspada, sebab tidak menutup kemungkinan penerima pesan melakukan tangkapan layar (screenshot) untuk merekam isi foto atau video.

Apabila penerima melakukan screenshot atau merekam file foto atau video yang dikirim dengan fitur "Sekali lihat", pengirim tidak akan mendapat notifikasi jika file yang dikirim telah direkam atau diabadikan.

Baca juga: Fitur Sembunyikan Chat WhatsApp Tanpa Blokir Kontak Resmi Dirilis

Fitur "Sekali lihat" atau "View Once" di WhatsApp bisa digunakan untuk percakapan pribadi maupun grup.

Jika dikirim ke grup WhatsApp, pengirim akan bisa melihat siapa saja yang sudah membuka foto atau video, baru melihat, dan baru menerima pesan.

Apabila dalam satu grup tersebut terdapat kontak yang diblokir, kontak tersebut tetap akan bisa melihat foto atau video yang dikirim dengan fitur "view once".

Fitur ini juga tetap berlaku, meskipun WhatsApp yang digunakan penerima belum mendapat pembaruan terkait. Selain pengguna WhatsAPp versi mobile, WhatsApp versi desktop juga bisa mencoba fitur ini.

Cara mengirim foto sekali lihat di WhatsApp bisa dilakukan dengan langkah berikut:

  1. Pertama-tama, pilih gambar yang ingin dikirim, bisa secara langsung lewat tombol attachment di aplikasi WhatsApp atau melalui galeri ponsel.
  2. Sesaat sebelum mengirim foto atau video, lihat di sisi bawah kolom teks. Tepat di sebelah kiri tombol kirim, terdapat ikon angka "1" yang terbingkai lingkaran.
  3. Klik ikon tersebut sampai muncul pop up berbunyi "Photo set to view once" (foto diatur sekali lihat). Kemudian kirim foto atau video tersebut.

Fitur Sekali lihat di WhatsApp sudah bisa dicoba seluruh pengguna.WhatsApp Fitur Sekali lihat di WhatsApp sudah bisa dicoba seluruh pengguna.
Dari sisi penerima, akan muncul keterangan bahwa foto atau video yang diterima, diatur menggunakan fitur "View once". Namun, kemungkinan keterangan itu akan muncul di awal saja.

Setelah foto atau video dibuka, akan muncul keterangan "opened" (dibuka) dengan centang ganda bewarna biru, menandakan file telah dilihat dan tidak akan bisa dibuka lagi.

Sekalipun status "telah dilihat" di WhatsApp dinonaktifkan, foto atau video yang dikirim menggunakan fitur "sekali lihat" tetap akan muncul dengan centang ganda berwarna biru jika pesan telah dibuka.

4. Fitur baru panggilan grup

WhatsApp juga merilis fitur "Joinable Call" yang memudahkan pengguna untuk bergabung dengan panggilan yang terlewatkan.

Biasanya, jika seorang pengguna mematikan telepon atau keluar dari panggilan grup, ia harus diundang oleh partisipan lainnya jika ingin kembali ke dalam panggilan.

Dengan Joinable Call, hal itu tidak perlu lagi dilakukan karena pengguna yang melewatkan panggilan bisa bergabung kapan pun selama obrolan telepon atau video call grup masih berlangsung.

Fitur ini juga bisa digunakan untuk menunda panggilan video atau telepon grup yang masuk, lalu menerimanya beberapa saat kemudian. Jika mereka menekan tombol "ignore" (abaikan), pengguna masih bisa bergabung dari tab panggilan di WhatsApp.

Baca juga: Begini Cara Menyaring Kabar Covid-19 di WhatsApp, Facebook, Instagram, dan Twitter

Fitur Joinable Call WhatsApp  yang memungkinkan pengguna bergabung ke panggilan yang terlewat.WhatsApp Fitur Joinable Call WhatsApp yang memungkinkan pengguna bergabung ke panggilan yang terlewat.
Selain itu, ada layar informasi panggilan, di mana pengguna bisa mengetahui siapa saja yang sedang bergabung dalam panggilan dan siapa saja yang telah diundang tapi belum bergabung.

Perlu diingat bahwa hanya delapan orang saja yang bisa aktif melakukan panggilan dalam satu waktu. Saat penggilan video grup berlangsung, pengguna bisa mematikan video dengan mengetuk opsi "matikan video".

Peserta panggilan juga tidak bisa mengeluarkan kontak saat penggilan video grup sedang berlangsung. Akun yang diblokir tidak bisa diundang ke dalam panggilan, meskipun akun tersebut tetap mungkin tergabung dalam panggilan yang sama apabila diundang akun lain.

Fitur Joinable Call WhatsApp bisa dilakukan dengan cara berikut:

  1. Pengguna akan menerima notifikasi jika seseorang mengundangnya untuk bergabung ke panggilan grup.
  2. Jika belum bisa bergabung, ketuk "abaikan".
  3. Untuk membuka layar info panggilan, ketuk "gabung" (join).
  4. Dari layar info panggilan, pengguna bisa meninjau daftar peserta panggilan dan undangan lainnya.
  5. Klik "gabung" untuk bergabung dengan panggilan. Selagi dalam panggilan, ketuk "buka" untuk membuka layar info panggilan.
  6. Ketuk "tambah peserta" untuk menambahkan orang bergabung dalam panggilan.
  7. Ketuk "panggil" untuk mengirim notifikasi ke pengguna yang telah diundang.

Cara bergabung dengan panggilan grup WhatsApp yang tidak terjawab:

  1. Buka WhatsApp, lalu ketuk tab "panggilan" (call).
  2. Apabila panggilan masih berlangsung, pengguna bisa mengetuknya untuk bergabung dan akan muncul layar info panggilan.
  3. Dari menu panggilan, ketuk "gabung".
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com