Perjalanan Jack Dorsey, Twit Pertama hingga Pamit Tinggalkan Twitter

Kompas.com - 01/12/2021, 09:10 WIB
CEO Twitter dan Square, Jack Dorsey. Tangkap layar CNBCCEO Twitter dan Square, Jack Dorsey.

KOMPAS.com - Kabar mengejutkan datang dari Twitter. Pendiri Twitter Jack Dorsey mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan CEO perusahaan mikroblogging itu.

Jack mengumumkan sendiri kabar tersebut dalam sebuah twit yang diunggah lewat akun pribadinya dengan handle @jack.

"Tidak yakin apakah orang-orang sudah tahu, tapi saya mundur dari Twitter," twit Jack yang ikut melampirkan sebuah tangkapan layar e-mail berisi alasan pengunduran dirinya dari Twitter.

Dorsey beralasan bahwa Twitter, sudah mantap berdiri tanpa harus ditanganinya lagi. Dorsey sendiri sudah 16 tahun berkiprah di Twitter dengan berbagai posisi, mulai dari co-founder, CEO, kursi eksekutif, interim CEO, hingga menjadi CEO lagi untuk yang kedua kali.

Baca juga: Sosok Parag Agrawal, CEO Baru Twitter Pengganti Jack Dorsey

Perjalanan Twitter sejak berdiri hingga menjadi salah satu platform media sosial tershohor di muka bumi tentu tidak bisa dipisahkan dari peran Dorsey. Selama belasan tahun, perjalanan Dorsey di Twitter penuh tantangan.

Mulai dari pergantian pemimpin yang begitu cepat, sempat ditinggal pengguna, hingga berselisih dengan para politisi dunia.

Lantas, bagaimana perjalanan Dorsey ikut membantu mendirikan, mengembangkan, hingga mengomandoi Twitter selama ini?

Baca juga: Profil Jack Dorsey, Pendiri Twitter dan Anak Punk yang Rajin Puasa

Twitter lahir gara-gara Apple

Pria bernama lengkap Jack Patrick Dorsey ini lahir 19 November 1976 di St. Louis, negara bagian Missouri, Amerika Serikat. Ilmu pemograman didapatkannya secara otodidak.

Dorsey belia menggunakan komputer lawas Macintosh yang dibelikan ayahnya. Tahun 1999, Dorsey harus di-drop out (DO) dari kampusnya, New York Univesity. Ia lalu pindah ke California, dan di sinilah cikal bakal Twitter tumbuh.

Cerita bermula saat Dorsey direkrut sebagai programer di Odeo, sebuah startup yang fokus di bidang podcasting. Odeo didirikan oleh Evan Williams, Biz Stone, dan Noah Glass.

Evan Williams bukan nama asing di dunia teknologi dan internet waktu itu. Ia adalah pendiri Blogger, platform blog yang kemudian dijual ke Google. Setelah menjual Blogger ke Google, Williams mendirikan Odeo. Namun Odeo harus tutup lantaran Apple juga mengumumkan platform podcast untuk iPod di tahun 2005.

Pasar Odeo pun lambat laun terkikis oleh Apple. Williams dkk kemudian memutar otak untuk mencari ide segar. Mereka kemudian berburu ide dari karyawan internal Odeo.

Singkat cerita, ide Dorsey menarik perhatian Williams, Glas, dan Stone. Ide itu sebetulnya sudah dikembangkan Dorsey lewat perusahaannya yang didirikan tahun 2000.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.